Me Vs Durio Zibethinus

durio zibhetinus
durio zibethinus

Durio zibethinus adalah nama ilmiah dari durian. Iya, durian! durian buah yang kulitnya berduri itu, yang nama bekennya duren itu (bukan duda keren lhooooo….). durian adalah salah satu daftar buah-buahan yang ditolak oleh lidah dan lambungku.

Banyak orang yang menganggap durian sebagai buah yang enak, bahkan masyarakat menganggapnya sebagai ‘raja buah-buahan’. Akan tetapi sebagian orang (TERMASUK AKUUUU….) tidak tahan akan baunya dan menganggapnya berbau busuk. Richard Sterling (dalamThe Travelling Curmudgoen) mengatakan: “baunya mirip sekali dengan kotoran babi, terpentin dan bawang, dan dihiasi dengan kaos kaki kotor dari lapangan olah raga. Baunya tercium dari jauh.” Ada juga yang menggambarkan bau durian seperti bau yang keluar dari truk sampah. (hmmm… aku setuju banget sama Richard Sterling ini)

Berikut adalah informasi nilai gizi yang terkandung dalam buah durian yang ku kutip dari wikipedia (lagi males ngetik, jadi copy paste ajah)

Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.

Tapi sekali lagi, Baunya itu lhooooo…. kagak nahaaaaannnnn…..!!!!!!!!!

Kegunaan buah durian juga banyak. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan. Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam gula-gula, es krim, susu, dan pelbagai jenis minuman lainnya.

Pada musim raya durian seperti sekarang ini, kios-kios buah di pinggir jalan bagaikan ajang pameran. sepanjang jalan antara rumahku dan tempat kerja, buah durian mendominasi kios-kios itu. bahkan, ada kios spesialis durian! jadi isinya cuma buah durian doank, gak ada buah lain.

Sepanjang jalan itu, sepanjang itu pula penderitaanku setiap berangkat dan pulang kerja. Pagi-pagi gak buta, saat sedang sangat tidak bersemangat berangkat kerja dan ngedumel karena standar operasional yang mewajibkan perempuan harus ada di shift pagi yang itu berarti aku harus bangun dan mandi pagi, saat itu pula penderitaanku bertambah karena tiba-tiba aroma durian yang sangat tajam itu tiba-tiba masuk menerobos ke dalam angkot yang kutumpangi yang sepersekian detik kemudian langsung menusuk hidungku. alamakjaaaaaaaaaaaang….. spontan kututup hidungku dengan tangan, disertai tatapan heran seisi angkot.

Pulangnya ga kalah menderita, biasanya, usai jam kerja kepalaku pusing, nyut-nyut, punggung pegal-pegal, perut mulai dangdutan, tenggorokan kering, bibir pecah2, kulit kering, wajah berminyak, mata perih (alaghhh, komplikasi banget). Pengennya langsung nyampe rumah. tapi siksaan aroma durian dalam angkot itu terjadi setiap hari.

Bahkan, pernah sutau sore aku mengalami komplikasi seperti yang kusebutkan di atas, dan derita itu menimpaku, ketika ada penumpang baru, oom-oom itu membawa 3 buah durian yang diikat jadi satu, duduk tepat disampingku!! Tak ada yang bisa kulakukan selain menutup hidung serapat-rapatnya. orang itu spertinya juga merasa bahwa aku terganggu oleh durian yang ditentengnya, aku sampai mual karena buah itu begitu dekatnya denganku. dalam hati aku cuma berharap agar angkot itu melesat secepatnya agar aku segera sampai tujuan, atau oom-oom itu turun lebih dulu sebelum aku turun. Saat itu posisi masih cukup jauh, sekitaran pintu 1 Unhas.

Setelah sekian lama menderita, akhirnya aku hampir sampai, dan seperti kebiasaan sopir pada umumnya, setiap melintas di depan perumahan BDP (Budi Daya Permai), kebanyakan sopir angkot menambah laju kecepatan angkotnya. begitu juga sore itu, aku udah bilang “kiri, pak” dengan suara sedang, sopirnya ga denger. “kiri, pak” yang kedua menurutku udah cukup kenceng sampe penumpang kanan-kiriku pada noleh, eehh angkotnya jadi tambah kenceng juga. Baru “kiri, pak” yang ketiga (dengan koor dari penumpang kanan-kiri ku yang (mungkin) prihatin akan keadaanku) angkotnya baru berhenti, dan…….. tepat di depan kios spesialis durian!!

Cukup sudah penderitaanku hari itu. dan hari2 berikutnya masih tetap tersiksa oleh aroma itu. Dan baru kemarin sore, iya kemarin sore, saat pergantian shift, teman satu tim yang akan menggantikan ku datang, masuk dan langsung kusuruh duduk untuk meng-clear-kan masalah keuangan hari itu. Sekonyong-konyong aroma durian menusuk hidungku dan sumbenya tidak lain adalah temanku itu!!! sontak kubekap hidungku dan langsung menodongnya dengan pertanyaan -atau lebih tepatnya tuduhan-

“habis makan durian ya???”

“hehehe… iya” jawabnya sambil cengar-cengir. “kenapa kah?” lanjutnya dengan logat Makassar nya.

“baaauuuu….”

“enak jie durian” jawabnya cuek sambil menghirup jarinya

Entah kesambet apa dia (menurutku, kesambet hantu pohon durian), tiba-tiba dia menarik tanganku, mencengkeram dua tanganku dengan satu tangannya. aku udah berontak dan teriak2 ga karuan, tapi namanya cewek (apalagi mungil kayak aku) pasti kalah lah sama tenaga cowok.. setelah berhasil mengunciku, dia mendekatkan lalu memoleskan jarinya yang bau durian itu ke hidungku. dan aku terpaksa menahan nafas…….

Makanya sodara- sodara, sehabis makan durian itu ga cukup hanya dengan cuci tangan dan kumur-kumur dengan air biasa. Untuk menghilangkan aroma durian yang keas itu, caranya mudah : bersihkan jari tangan dengan mengaduk-aduk air di dalam pangsa durian (yakni ceruk kulit buah bagian dalam, bekas tempat daging dan biji durian menempel) dan air adukan tersebut jangan dibuang, tetapi digunakan untuk berkumur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s