Tukar Nasib

tukar-nasibTukar Nasib, adalah reality show baru di SCTV, yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 16.30 – 17. 30 WIB. Mungkin sudah banyak yang tau acara ini, tapi aku sendiri baru tau ada acara ini kira2 2 minggu yang lalu, secara tidak sengaja pas ganti2 channel TV tiba2 nyangkut di SCTV, udah ketinggalan bermenit2 sich, tapi tau lah ini acara apa. Intinya tetang pertukaran posisi antara si kaya dan si miskin selama 3 hari.

Well, yang akan kutulis disini bukan jalan cerita reality show ini, tapi tentang jalan hidupku, my reality life. Saat pertama nonton acara ini, seketika itu juga aku berkaca pada diriku. yang sedang kujalani ini bukanlah reality show, tapi ini benar2 nyata. Nasib keluargaku persis seperti nasib si kaya yang menjelma menjadi si miskin di reality show tersebut. Cuma bedanya, mereka hanya bertukar posisi selama 3 hari, sedangkan aku, hampir setahun!

Aku teringat, betapa kami menderita ketika tiba di rumah kontrakan yang menurutku lebih mirip seperti gudang tak bertuan. Aku teringat, bagaimana kehidupanku sebelumnya, yang biasa bangun siang, yang tak perlu merapikan tempat tidur karena akan ada yang merapikannya, yang sepanjang hari kerjaku hanya bermalas2an di ranjangku yang hangat sambil ber-telepon, ber-sms, atau be-chatting ria. Dan sekarang, ga ada yang namanya malas2an di ranjang yang hangat. Bahkan aku harus berbagi dengan dua adikku di satu-satunya tempat tidur sempit berkasur lapuk di kontrakan kami.. Aku teringat, betapa malasnya aku mandi karena letaknya yang terpisah kira2 10 meter dari rumah dan untuk menempuhnya itu berarti aku akan terbakar panasnya matahari di atas Kota Makassar di musim kemarau, dan parahnya lagi, kami tidak jarang harus berbagi dengan tetangga sebelah… Aku teringat, ketika di awal2 kami tinggal disini, aku tak jarang begadang semalaman, tidak tidur lebih dari 24 jam bekerja membantu orangtua, demi seember nasi untuk seluruh anggota keluarga..

Tapi aku masih bersyukur, meskipun kami jatuh, perlahan-lahan kami mulai bangkit, menata kehidupan kami agar bisa kembali seperti dulu, seperti si kaya yang kembali ke rumah mewahnya setelah 3 hari tinggal di gubuk, dan menyadari betapa susahnya menjadi orang tak punya…

Iklan

5 pemikiran pada “Tukar Nasib

  1. iya Q juga stuju, ambil pocitif z, sp tau dengan menonton tukar nasib , lo dapat mengerti apa saja sakit dan kesenangan yang kita alamai dalam hidup ini, dan supaya orang kaya bisa juga bersifat rendah hati dan mensyukuri apa yang dia miliki demikian sebaliknya.

  2. Hey, liat positipnya.
    Ga ada ttangga yg gosipin kita, kita tau mana tmn yg bnr dan ga, dan kalo kita diatas nanti kita inget pernah mulai dari minus bukan dari nol.

  3. ini kunjungan yang pertama kayaknya…

    tukar nasib yang seperti di sctv itu hanya untuk memperlihatkan bagaimana hidup sebenarnya jika si miskin berperan menjadi orang kaya yang hidupnya sangat menyenangkan dan bagaimana jika hidup sebagai orang kaya yang berperan sebagai orang miskin yang pada akhirnya menampilkan betapa sulitnya mendapatkan peran itu dan nyata, memang sulit dengan berbagai keterbatasan.

    kita mungkin tidak sedang di uji ,ada masa dimana kita berada di puncak, ada kala kita berada di bawah… Tuhan tau, kemampuan kita sampai dimana, tuhan pasti telah memperhitungkan, cobaan yang kita dapatkan itu hanyalah suatu tumpuan sedikit demi sedikit untuk naik kembali.

  4. menyentuh, ….

    tetapi bukankah hidup bukan hanya klasifikasi antara strata kaya dan miskin ?

    kehidupan anda setahun ini mungkin telah menjadi kehidupan orang lain sejak mereka terlahir.

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s