Tears In The Night

tears_by_thairia

Rasanya sudah lama aku tidak menangis. Kupikir aku sudah sembuh dari luka hatiku. Tapi ternyata aku salah. Yahh, memang aku berusaha mengabaikan rasa sakit itu. Tapi tidak demikian dengan cintaku pada Abang. Segigih apapun aku berusaha mengabaikan cinta itu, tak pernah berhasil. Cinta ini tak pernah berubah.. Tak pernah..

Beberapa minggu aku memang tidak menangis di malam buta yang ujungnya membawa mata bengkak ke tempat kerja keesokan paginya. Hari-hari yang kulalui hanya seputar tidur-kerja-pulang-tidur-lagi.

Dan malam ini, ketika aku berusaha melewati malam dengan biasa saja, yang terjadi malah luar biasa. Smsnya yang awalnya biasa saja, endingnya luar biasa.

To : Ucrit

From : Abang

Besok kegiatan jalan sehat tingkat Desa. Aku besok juga jalan sehat di pos III sama Dewi, Rencananya..

Berulang kali kubaca sms itu, mereka-reka apa maksudnya. Pos III adalah sebutan pos di depan rumah perempuan itu. Lalu, apa maksudnya aku besok juga jalan sehat di pos III sama Dewi ? Mataku mulai panas. Kenapa aku gusar membaca nama perempuan itu? Perempuan baik2 yang telah menawan fikiran abang, perempuan yang sungguh pantas mendapatkan hati abang. Harusnya aku bahagia, karena dia bukan sembarang perempuan. Dia perempuan bertutur lembut, cantik, pintar. Tipe abang.

To : Abang

From : Ucrit

mmm.. Maksudnya, janjian gitu?

Balasku dengan harap2 cemas.

1 menit.. 2 menit.. 3 menit..

To : Ucrit
From : Abang

Aku tadinya malah ga tau, baru dikasih tau tadi via sms, jd aku harus jemput dia besok pagi..

Harus? Ah.. Mataku semakin panas. Air mata sudah menggenang disana. Satu kedipan lagi maka luruhlah pertahanku. Kenapa begini? Unfortunately, aku sedang berada di tempat yang sangat tidak memungkinkan untuk menangis. Abang, plis.. Aku ada ujian masuk universitas besok pagi. Jangan buat aku kacau begini..

Malam merangkak naik. Akhirnya, kesempatan untuk mendengar suara teduhnya tiba juga. Dan aku hanya terisak, tanpa dia tau kenapa.. Dan suara teduh itu, rasa nyaman itu, masih tetap sama seperti dulu..

Aku memang pernah berkata pada abang bahwa aku rela. Dengan siapapun nanti Abang menjatuhkan pilihannya. Tapi, mungkinkah itu hanya lidahku, dan bukan hatiku..?

2 pemikiran pada “Tears In The Night

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s