Keren Tanpa Rokok

Pernah dengar kasus seperti ini ?

Seorang cowok berhenti merokok karena tuntutan kekasihnya. Mungkin, ketika masa-masa pedekate si cowok berorasi dengan mengumbar visi-misi seperti :

akan berhenti merokok

akan menjadi sopir pribadi mengantar jemput si cewek setiap hari kemanapun dia pergi

tidak akan pernah jalan dengan cewek manapun selain kekasihnya

dan sebagainya dan sebagainya…

Beberapa hari yang lalu, ketika berkunjung ke cafe milik seorang teman, aku agak kaget juga melihat dia si pemilik cafe dengan santainya merokok sambil ngelap-ngelap perabotan cafe-nya [apa gak percuma ya, abis dilap gitu kena abu rokok lagi, cape dehh]. Ketika ada kesempatan ngobrol, tanpa ba bi bu lagi kutanya : “Sejak kapan merokok lagi?” [FYI, dari awal kenal kira-kira setahun lalu, baru kali ini aku liat dia merokok dan dulunya dia juga pernah cerita bahwa dia udah lama berhenti merokok]. Dengan santai sambil meghisap rokoknya dalam-dalam dia pun menjawab : “Sejak diputusin si anu…”. Spontan aku ngakak… Mungkin maksudnya cuma bercanda, tapi dalam hati sih aku bilang “dasar cowok, baru juga diputusin udah frustasi, kenapa gak bunuh diri aja sekalian?” [duh, sadis banget sih kata hati gue]

Another case…

Honestly, I hate smoker. Kenapa? Alasan klasik sih, karena derita perokok pasif lebih besar daripada perokok aktif. Selain itu… seorang perokok menurutku ngebetein banget, bisa bikin aku batak-batak, eh batuk-batuk, dan.. kalo abis deket-deketan sama chain-smoker, dari rambut sampe baju pasti ikut2an bau asap rokok [C’mon cewek-cewek anti-rokok, dukung gue]. Sedikit menyibak masa lalu… Pernah ada seorang mantan pacar, ketika masa pedekate, aku selalu batak-batak eh batuk-batuk [baik batuk beneran maupun batuk-batukan, hihihi]. Fortunately, dia nyadar juga kalo cewek manis incarannya ini anti-rokok. Dan… serangkaian janji-janji pun ditebar, salah satunya ya itu tadi, akan berhenti merokok [especially, in front of me]. Huhh, klasik!! Okelah, selama masa pacaran, dia sukses menepati janjinya, hanya satu atau dua batang kalo lagi kepepet n gak tahan banget [sampe begitu sekali ya, wahai kalian para smoker?]. Dan… dugaanku terbukti, ketika hubungan berakhir, maka janji pun berakhir. Seorang perokok yang berhenti merokok karena pacar [bukan karena niat tulus yang datang dari diri sendiri] akan kembali lagi ke bad habit nya, bahkan bisa jadi lebih parah dari sebelumnya. Ada yang tersinggung?

Another similar case…

Kali ini tentang Abang. Duluuuuu…. banget, Abang bukan perokok. Tapi, sejak hubungannya dengan ‘mimpinya yang sempurna’ berakhir. Dia tiba-tiba menjelma menjadi seorang smoker, sampai sekarang. [sorry to tell this, bang]

Kecanduan rokok atau bisa disebut kecanduan nikotin yang terdapat dalam rokok, memiliki banyak faktor penyebab. Jika kita memiliki keinginan untuk menghentikan kebiasaan merokok, kita perlu mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab kecanduan rokok.

Berdasarkan hasil survey, faktor-faktor penyebab kecanduan rokok anatara lain :

Faktor Sosial

Faktor terbesar yang mempengaruhi kebiasaan merokok adalah faktor sosial atau lingkungan, diamana karakter seseorang banyak dibentuk oleh lingkungan sekitar, baik dari keluarga, tetangga, atau teman pergaulan. Bersosialisasi adalah cara utama pada anak-anak dan remaja untuk mencari jati diri mereka. Dengan melihat apa yang dilakukan orang lain dan bahkan mencoba untuk meniru apa yang dilakuakn orang lain. Hal itu merupakan suatu proses yang dialami remaja untuk mencari jati diri dan belajar menjalani hidup. But, unfortunately, bukan hanya hal-hal yang baik saja yang ditiru di dalam suatu lingkungan, tapi juga kebiasaan buruk seperti kebiasaan merokok.

Contoh lain, jika seseorang yang bukan perokok hidup atau bekerja bersama dengan seorang perokok, secara otomatis salah satunya akan terpengaruh. Mungkin yang bukan perokok mulai mencoba merokok, atau mungkin juga sebaliknya, si perokok yang mengurangi konsumsi rokok. Disadari atau tidak, adaptasi tersebut dilakukan untuk berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan berusaha untuk diterima di lingkungan sosialnya.

Kebutuhan menghisap dan mengunyah

Setiap orang memiliki kebiasaan menghisap dan mengunyah. Dan kebutuhan ini mulai ada sejak kita lahir, yaitu kebutuhan minum susu, dan secara berangsur-angsur berkurang dan hilang, tetapi masih ada beberapa orang masih ada sampai dewasa. Beberapa orang menggunakan rokok atau perangkat merokok dan asap sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan ini. Ada hipotesis bahwa kebutuhan ini lebih besar oleh beberapa orang dewasa kemudian oleh orang lain karena kebutuhan ini atau beberapa kebutuhan dasar serupa lainnya, belum sepenuhnya puas pada masa kanak-kanak.

Respon mengulang otomatis

Ketika seseorang telah melakukan sesuatu berkali-kali dan cukup sering, makan akan tercipta pola pengulangan perilaku tertentu secara otomatis. Hal ini terutama berlaku jika tindakan tertentu dilakukan dalam situasi yang tidak menyenangkan, yang memberikan efek membuat seseorang merasa lebih aman dalam kehidupan sehari-hari dan rutintas. Dan pola pengulangan otomatis selalu menjadi komponen dalam kebiasaan merokok.

Nikotin digunakan sebagai pengobatan

Nikotin memiliki efek penenang pada perasaan gugup. Pada saat yang sama memiliki bebrapa efek anti-depresif, setidaknya dalam jangka pendek, dan itu membuat seseorang merasa lebih nyaman. Seseorang menderita kegugupan atau gejala depresi mungkin merasa bahwa merokok membantu dia melawan gejala mentalnya. Namun, secara bertahap akan ada kebutuhan untuk terus meningkatkan dosis nikotin yang lebih tinggi untuk memberikan efek yang lebih baik lagi, dan jika ada kekurangan nikotin di dalam tubuh, saraf atau perasaan depresif akan muncul lebih besar daripada sebelumnya. Untuk memperoleh kepuasan ini, dengan kebutuhan untuk terus meningkatkan dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang lebih baik merupakan alasan utama untuk kebiasaan merokok.

Faktor genetik

Tidak semua orang sangat tergantung pada nikotin. Ada beberapa orang yang lebih mudah kecanduan nikotin daripada yang lain, dengan alasan yang masih susah untuk dipahami. Dan alasan-alasan tersebut diyakini diwariskan dalam kode genetik.

Kecanduan pada sel syaraf

Otak secara normal memiliki substansi-substansi yang memberikan efek penenang dan efek rangsangan pada sel-sel saraf, dimana substasi-substansi tersebut bekerja dengan cara menempel pada reseptor-reseptor sel-sel saraf. Dan nikotin memiliki efek yang sama dengan substansi-substansi tersebut terhadap saraf, ketika nikotin menempel pada reseptor-reseptor di sel-sel saraf.

Dengan menempelnya nikotin pada reseptor, maka otak memproduksi dopamin. Dopamin inilah yang memberikan efek menenangkan dan merangsang organ-organ lain, yang memberikan efek menyenangkan dari merokok. Namun, ketika nikotin terus menginduksi pelepasan dopamin, otak secara bertahap mengurangi produksi dopamin ketika nikotin tidak ada, dan otak akan merasakan kebutuhan yang lebih besar terhadap nikotinuntuk tetap bekerja normal dan merasa nyaman.

Ada racun, ada penawar. Ada faktor, pasti ada pencegahan. Caranya sangat mudah : jangan merokok dari wal [gitu aja kok repott!!]. Hehehe.. :mrgrind

Inilah tips berhenti merokok [bagi yang niat]

  1. Kurangi jumlah batang rokok yang dihisap setiap harinya. Proses untuk berhenti merokok ini tidak serta merta sukses. Bagaimanapun juga tubuh yang sudah terkondisikan oleh nikotin dan tar tentunya akan melakukan aksi protes yang spartan jika mendadak suplai racun tersebut terhenti tiba-tiba. Karena itulah, cara terbaik adalah mengurangi rokok secara bertahap. Pasanglah target untuk mulai mengurangi jumlah batang rokok dari jumlah misalnya 36 batang per hari. Jadi perlu waktu sampai hampir dua bulan untuk berhenti menghisap rokok kesayangan Anda.
  2. Kurangi kadar nikotin per batang rokok yang dihisap per hari. Caranya, gantilah rokok yang anda hisap per hari dengan rokok yang kadar nikotin dan tar nya rendah. Prinsip yang dipakai masih seperti yang diatas. Jadi dalam waktu sekitar 5 bulan anda sudah bisa berhenti merokok.
  3. Gantilah kebiasaan merokok dengan permen atau mengunyah permen karet untuk memenuhi kebutuhan menghisap dan mengunyah anda.
  4. Giat olahraga untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh yang sudah pasti berubah.
  5. Kurangi tidur larut malam. Jika anda seorang hard worker, biasanya anda akan menyelesaikan pekerjaan anda hingga larut mlaam. Untuk mengusir kantuk, dingin, dan rasa bosan anda akhirnya akan merokok [otomatis secangkir kopi akan menemani anda]. Untuk itu, cobalah tidur tepat waktu.
  6. Mintalah istri anda untuk sering-sering mengomel ketika anda merokok [bagi yang sudah beristri]

Faktor pendorong [bagi yang belum punya niat] untuk mengakhiri masa jahiliyah Anda, pertimbangkanlah dari segi :

1. Finansial

Finansial tentunya adalah alasan / faktor pendorong yang paling kuat. Secara hitungan sederhana saja, jika dalam sehari menghabiskan rokok rata-rata dua bungkus, secara nominal nilainya Rp.10.000,- jika dikalikan dengan jumlah hari dalam satu tahun, maka nilainya menjadi Rp.3.650.000,-. Apa gak sayang tuh, setiap tahun kita membakar uang sebanyak itu? [btw, harga rokok sekarang rata-rata berapa sih? Masa dua bungkus cuma 10 rebu?? [*icon mikir-mikir*]

2. Penampilan

Coba anda bandingkan, penampilan seorang perokok dan bukan perokok. Seorang perokok biasanya agak berantakan, layu [daun kalee layu] gak fresh maksudnya, bibir kehitaman pula [gak seksi banget], dan kebanyakan.. kurus. Seorang yang bukan perokok atau seorang yang telah berhenti merokok akan terlihat lebih fresh.

3. Kesehatan

Yang ini tidak perlu diragukan lagi. Seorang yang berhenti merokok akan merasa lebih sehat, lebih enteng, aroma napas dan badan akan lepas dari sesnsasi tidak sedap akibat rokok.

4. Tren

Tren dan gaya hidup sekarang yang lagi in adalah tidak merokok. Selain itu, saat ini banyak tempat umum yang diberlakukan ‘no smoking area’, kecuali di area-area tertentu atau ‘smoking area’. Dengan pergi ke tempat- tempat no smoking area, secara otomatis kita akan berhenti merokok untuk sementara.

Sumber : www.abidinblog.blogspot.com , http://www.setabudi.name/archives/46

Iklan

7 pemikiran pada “Keren Tanpa Rokok

      1. sist izin share artikel ini di blog aku ya.. nanti dicantumin sumber + reviews deh hehe.. boleh kah..?? ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s