Arsip Bulanan: April 2010

The Blowers Daughter

By Damien Rice

And so it is
Just like you said it would be
Life goes easy on me
Most of the time
And so it is
The shorter story
No love, no glory
No hero in her sky

I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes off of you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes off you
I can’t take my eyes…

lanjut…

Lihat Lebih Dekat

Gelap !

Kesan pertama yang kutangkap ketika kuinjakkan sepatuku yang sudah bau tanah secara harfiah maupun kiasan di Kota Daeng ini tahun 2008 lalu, ketika keluar dari Pelabuhan Soekarno-Hatta. Yang terlintas di otakku saat itu adalah “serem banget ini kota, masa gak ada lampu jalannya…”. Saat itu kami sedang melintasi jalan Urip Sumiharjo [nama jalan ini baru kuketahui beberapa bulan setelah tinggal di sini] menuju Jalan Perintis Kemerdekaan. Dan tidak ada yang bisa kulihat selain gedung Graha Pena-nya Makassar, itu pun gak terang-terang amat. Jangankan lampu jalan, tiang lampunya aja belom ada!

Dua tahun aku tinggal di kota ini, coba tebak perubahan apa yang paling signifikan? Here it goes…. RUKO. Berjajar indah di kiri-kanan jalan poros. Berwarna-warni. Contoh yang paling dekat saja, di depan kontrakanku. Dulu, di depan sana hanya terbentang lahan kosong-kusut-suram. Tapi sekarang, sederet rumah toko berwarna biru, sebiru langit, berbaris indah di sana. Memantulkan desing berisik kendaraan bermotor hingga sampai ke dalam kamar!

ruko

lagee dunkz..