Untuk Seorang Sahabat

hai..

*jeda sesaat,, tarik nafas..*

tak pernah kulihat sosokmu seminggu belakangan. kemana saja?

hmm.. apa kabarmu?

*hembuskan..

kamu tahu, aku kehilanganmu belakangan ini. aku begitu merasakan perubahan sikapmu. ada yang berbeda dari kamu, meskipun semua yang melekat padamu masih tetap sama. caramu menyapaku, tak sehangat dulu. caramu bercerita, tak selepas dulu. aku juga tahu, ada beberapa hal yang sengaja kamu sembunyikan dariku.

aku bukannya tak tahu kenapa kamu begini. aku sadar, semuanya tak lagi sama, ketika telah ada seseorang yang mewarnai harimu. seseorang yang kamu anggap sebagai ‘the right one’. itu sangat lazim terjadi dalam sebuah jalinan persahabatan. ketika satu pihak telah menemukan tambatan hati, maka dia akan sangat sibuk dengan tambatan hatinya dan perlahan terciptalah jarak antara dia dan sahabatnya. at least, itu menurut pengalaman dan pengamatanku. tapi,, kuharap kamu tak seperti itu. meskipun sekarang aku perlahan tersingkir dari hidupmu.

aku memang diam, tapi tahukah kamu, dalam diamku, aku mengkhawatirkanmu, ketika lambat laun pesan singkatku tak terbalas, panggilanku pun tak terjawab..

biarlah.. tak apa jika semuanya harus berjalan seperti ini. walaupun tanpa sepengetahuanmu, aku tetap memperhatikanmu dengan diam-diam. hanya untuk memastikan bahwa kamu baik-baik saja. dan… hanya tak ingin kehadiranku membuatmu terusik.

cinta boleh saja datang dan pergi, tapi sahabat selalu ada di hati.

jangan khawatir, akan selalu ada ruang untukmu datang kapan saja. ya, kapan saja, bagaimanapun keaadaanmu, kawan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s