kangen.

Berawal dari facebook barumu, rindu itu datang dengan tiba-tiba

Berawal dari ketidaksengajaan, kutemukan akun barumu. Seketika rindu itu membuncah, seperti gelembung-gelembung sabun yang ditiup sekelompok anak di masa kecil. Gelembung itu terus bertebaran di atas kepalaku.

Satu per satu terbayang kejadian yang dulu pernah kita alami. Satu per satu terngiang ucapanmu yang ditangkap indera pendengarku. Satu per satu kenangan akan kebersamaan kita di masa lalu mulai memenuhi memoriku. Satu per satu, seperti flashback sebuah film layar lebar.

Jika sudah didera rindu seperti ini, tak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Mengirimkan sebuah pesan singkat yang berisikan “aku kangen” mungkin adalah sebuah ide buruk dan harus segera disingkirkan dari otak, mengingat hubungan kita yang semakin memburuk beberapa bulan belakangan.

Kangen– yang kata orang adalah sebuah manifestasi dari rasa kehilangan. Meskipun sebelum kehilangan pun, aku selalu kangen.

Kangen.
Hanya itu yang ingin kukatakan padamu saat ini.

Kangen.
Hanya itu yang kurasakan saat ini.

Semoga kamu sedang tidak kangen padaku karena kangen itu menyiksa. Seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s