Arsip Kategori: chaotic soul

kangen.

Berawal dari facebook barumu, rindu itu datang dengan tiba-tiba

Berawal dari ketidaksengajaan, kutemukan akun barumu. Seketika rindu itu membuncah, seperti gelembung-gelembung sabun yang ditiup sekelompok anak di masa kecil. Gelembung itu terus bertebaran di atas kepalaku.

Satu per satu terbayang kejadian yang dulu pernah kita alami. Satu per satu terngiang ucapanmu yang ditangkap indera pendengarku. Satu per satu kenangan akan kebersamaan kita di masa lalu mulai memenuhi memoriku. Satu per satu, seperti flashback sebuah film layar lebar.

Jika sudah didera rindu seperti ini, tak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Mengirimkan sebuah pesan singkat yang berisikan “aku kangen” mungkin adalah sebuah ide buruk dan harus segera disingkirkan dari otak, mengingat hubungan kita yang semakin memburuk beberapa bulan belakangan.

Kangen– yang kata orang adalah sebuah manifestasi dari rasa kehilangan. Meskipun sebelum kehilangan pun, aku selalu kangen.

Kangen.
Hanya itu yang ingin kukatakan padamu saat ini.

Kangen.
Hanya itu yang kurasakan saat ini.

Semoga kamu sedang tidak kangen padaku karena kangen itu menyiksa. Seperti ini.

Our Official Break Up

breakupfinger

Ini adalah hari pertama our official break up [meskipun bukan our first break up]. Bisa dipastikan sepaket duka-lah yg akan setia menemani hari-hariku ke depan.

Kita telah berusaha untuk menyelamatkan hubungan yang sudah tak sehat ini, tapi kita gagal. So, what can we do? You’ve made a great decision between us. So what can I do? Hanya bisa menyesali kebodohan dalam tangis. Dengan diam-diam. Dalam diam. That’s it. But don’t worry, I’ll be okay. Meskipun semuanya tak akan lagi sama tanpamu.

Inilah saatnya menjadi dewasa. Dalam kata, dalam sikap. Tak ada lagi ruang untuk bermanja-manja. Semuanya akan sangat bebeda sekarang. This pain is so hard to bear, but I believe I can make it through.

Sekarang aku memang jatuh, dan aku sedang ingin menikmati perih ini. Perih yang kuciptakan sendiri. Tapi aku yakin ketika aku bangkit nanti, I’ll be stronger. More than I ever be.

Well, ternyata inilah jawaban atas do’a yang kupanjatkan di setiap sujud terakhirku sebulan belakangan. Keikhlasan untuk melepaskanmu sebagaimana keikhlasanmu melepaskanku. Walau berat untukmu, dan sangat berat untukku. Tapi yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita.

Terimakasih, untuk menyayangiku tanpa batas, mencintaiku tanpa alasan.

PS : You Know I Love You Still.

Tears In The Night

tears_by_thairia

Rasanya sudah lama aku tidak menangis. Kupikir aku sudah sembuh dari luka hatiku. Tapi ternyata aku salah. Yahh, memang aku berusaha mengabaikan rasa sakit itu. Tapi tidak demikian dengan cintaku pada Abang. Segigih apapun aku berusaha mengabaikan cinta itu, tak pernah berhasil. Cinta ini tak pernah berubah.. Tak pernah..

Beberapa minggu aku memang tidak menangis di malam buta yang ujungnya membawa mata bengkak ke tempat kerja keesokan paginya. Hari-hari yang kulalui hanya seputar tidur-kerja-pulang-tidur-lagi.

Dan malam ini, ketika aku berusaha melewati malam dengan biasa saja, yang terjadi malah luar biasa. Smsnya yang awalnya biasa saja, endingnya luar biasa.

lagee dunkz…

Tentangku, Tentangmu

anyone_else_but_you_by_koksuel

Inilah yang kubenci ketika mendengar suaramu di sudut malam. Kenapa aku tak pernah bisa membendung air mata ku? Dan parahnya, aku tak pernah bisa menyembunyikannya darimu! Kau tau, aku lelah. Aku benci. Aku benci ketika kau tau aku menangis karenamu. Jangan berpikir bahwa aku baik2 saja, setelah kau remuk hatiku bagai kerupuk, kau cincang hatiku bagai bawang.

Aku masih saja tak percaya bagaimana kita bisa sampai di jalan yang berlainan arah ini. Hanya karena kau beranggapan bahwa aku terlalu asik dengan duniaku sehingga kerap mengabaikanmu.  Seolah-olah aku merasa bahwa kau tak cukup bagiku. Harusnya kau tau, engkau telah lebih dari cukup bagiku…

Aku mencintaimu, aku juga mencintai dunia mayaku. Tapi kecintaanku padamu dan kecintaanku pada dunia maya adalah hal yang berbeda. Adakah kau lupa, dimana kau menemukanku? Ah.. Rasanya tak mungkin! Aku masih melihatmu di seberang jalan sana, memantauku, mengawasiku. Dan kau pun masih mencoba menolongku disaat aku jatuh tersandung, walaupun bukan dengan tanganmu, tapi hanya lewat isyarat tubuhmu.

Aku masih mencintaimu, dan masih ingin terus mencintaimu. Itu katamu. Yang kau ucap di seberang sana..