Arsip Kategori: memorialize

Yang Masih Membekas Untuk Kalian

Dear, My bestest

Rasanya baru kemarin sore saya mengenal kalian. Ketika tiba-tiba saya harus pindah sekolah, tinggal satu kos dengan kalian, beradaptasi dengan lingkungan baru saat itu.

Rasanya baru kemarin sore saya belajar bersama kalian, duduk-duduk di teras rumah kos kita sambil mencuri-curi pandang pada cowok manis anak tetangga depan rumah.

Rasanya baru kemarin sore saya berangkat ke sekolah bersama kalian, tentunya dengan keterburu-buruan karena saya selalu terlambat bangun dan mendapat giliran mandi paling akhir di antara kalian.

Rasanya baru kemarin kita pulang sekolah sama-sama, saling menunggu karena kita berada di kelas yang berbeda. Kemudian kita berlomba-lomba menebak kira-kira menu makanan apa yang dimasak oleh induk semang kita.

Rasanya baru kemarin sore kita merayakan kelulusan SMA kita, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan labil kita pada masa itu, dan mulai merencanakan kelanjutan hidup jangka panjang kita.

Rasanya baru kemarin sore tetapi ternyata telah ada begitu banyak proses yang telah kita lalui dengan jalan kita masing-masing yang tentunya tak selalu mulus.. Menjalani hidup sebagai mahasiswa, hingga tahun lalu, saya sangat iri sekaligus termotivasi untuk segera meraih gelar Sarjana Sastra ketika melihat foto ini…

Dita Septy Wardana Kusumawati, S.Si

Dan kini, yang lebih menakjubkan adalah ketika gelar dua orang dari kalian sudah berubah menjadi seorang istri.. Benar-benar rasanya seperti baru mengenal kalian sejak kemarin sore. Dita, Devi, Nia. Betapa saya merindukan kebersamaan kita..

***

Beberapa hari lalu,  perasaan saya tiba-tiba dilingkupi rasa haru, ketika sebuah  foto masuk ke chatroom whatsapp saya, dan ternyata isinya ini..

Devi Agustina Kuswanti, Amd dan Suami

You look so beautiful Dev.. Meskipun tanpa make up pun kamu sudah cantik. Tapi kecantikanmu ini bertambah berkali kali lipat karena kamu terlihat sangat bahagia. Be a great wife, Dev.. Meskipun saya tidak bisa hadir di pernikahanmu karena jarak yang terbentang antara kita *halah*, tapi do’a saya selalu ada untuk kebaikanmu.

Pernikahanmu ini mengingatkan saya akan satu hal; kalian ingat kan ketika suatu sore kita berangan-angan membayangkan seperti apa suami kita di masa depan? Dan yang lebih menggelikan adalah ketika kita membayangkan bagaimana cara kita menyambut suami kita ketika pulang kerja. Jadi, bagaimana kamu meyambut suamimu ketika dia pulang kerja, Dev?

P.S : Saya mewek pas nulis ini, jadi kalian juga harus mewek pas baca ini :p. Love ya all 🙂

Iklan

Flashback

The raindrop. The afternoon. Umbrellas. Vanilla twilight. The lights off. Candles. Our short trips. Slippery sidewalks. Intersections. The coast. The building ruins. Camera. Sketchbooks. Pencils. Brushes. Grasses. The coffee shop. Angels and Airwaves. My hot chocolate. Your coke. Clasmild. French fries. Sweets. Pisang epe. Novels. Cupcakes. You. Your smile. Your magic tricks. Your silly jokes. Our laugh.

Don’t Let Me go

The Fray – Never Say Never.

Ingatan itu terus berulang setiap kudengarkan lagu itu. Ingatan tentang kamu. Tentang kita. Tentang aku yang menikmati kehadiranmu di setiap jam kerjaku.

Dulu, kamu sering memintaku untuk memutar ulang lagu itu–sampai lebih dari tiga kali–hingga menuai protes “kak, lagunya ganti dong, masa itu-itu terus dari tadi” dari anak-anak pengunjung warnet tempatku bekerja.

Dan kamu pun hanya mengerling ketika dengan isyarat mata aku berkata “tuh kan, gara-gara kamu”.

Don’t let me go

Bunyi status facebookmu pada suatu hari. Dulu. sekitar tiga tahun lalu. bibirmu pun bersenandung lirih menirukan reffrain dari lagu itu. Aku tahu, lagu itu mengingatkanmu pada kekasih jarak jauhmu–dulu.

Tapi aku tak peduli. Aku tetap saja menyukai lagu itu seperti kamu menyukainya. Aku tetap saja memutar lagu itu setiap kali kamu memintanya. Dan kamu tak tahu, diam-diam aku menyenandungkan lagu itu bersamamu–dalam hati.

Don’t let me go..

Don’t let me go..

Don’t let me go…

The Fray – Never Say Never

 

Jejakmu

IMG_0003

Ini adalah lembaran pertamanya untukku.. Terselip diantara Tumpukan Laskar Pelangi dan Chicken Soup for the soul yang dipaketkan langsung dari Bogor ke Makassar.

Lembaran kedua tidak ada, karena memang di paket kedua yang berisi Sang Pemimpi, Chicken Soup For Unsinkable Soul, 2 batang Silver Queen, 4 lembar fotoku yang dia cetak, 1 lembar fotonya, dan 1 lembar fk id nya, dan 2 buah baju sweter yang ketika kupakai aku selalu merasa dia yang memelukku.. (ga tanggung2, berat paketnya 2 kilo!!), dia tidak menyertakan catatan apapun.

IMG_0002ini lembaran ke-3, di paket ke-3 yang berisi Edensor dan Maryamah Karpov. Dan mungkin, inilah lembaran terakhir darinya..