Arsip Kategori: Uncategorized

Srikandi Masa Kini

Jika kita mendengar nama Srikandi, yang pertama kali terlintas dalam benak kita adalah sosok wanita yang tangguh dan perkasa. Tangguh dan perkasa di sini maksudnya bukan hanya secara fisik, tapi juga secara mental. Srikandi adalah analogi yang tepat untuk menggambarkan sosok wanita masa kini. Kebanyakan wanita masa kini adalah wanita yang mandiri, yang mampu menghidupi diri sendiri dan keluarganya.

Di era yang sudah serba digital ini, peranan wanita mungkin saja telah berubah. Wanita dulu hanya berdiam di rumah, mengurus rumah dan anak-anak, menunggu suami pulang kerja. Namun saat ini, banyak di luar sana wanita yang bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Profesi wanita-wanita Srikandi ini pun bermacam-macam. Mulai dari wanita karir, Dokter, Penulis, Wartawan, bahkan pekerja kasar.

Memang, saat ini wanita yang bekerja atau wanita karir masih menjadi kontroversi dalam masyarakat Indonesia. Pihak yang Pro menganggap wanita jaman sekarang memang harus bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri–atau bahkan menghidupi keluarganya. Karena di era yang sudah serba maju ini, wanita seharusnya tidak melulu tergantung pada pria. Namun pihak yang kontra mungkin menganggap bahwa wanita harus mengikuti kodratnya sebagai sosok yang lembut, penuh kasih dan patuh kepada pria.

Lantas apakah wanita karir yang dari pagi sampai sore bekerja di luar rumah dianggap tidak bisa memberikan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga? Apakah wanita karir dianggap kurang gaul karena jarang mengikuti kegiatan arisan ibu-ibu komplek? Lantas apakah wanita karir yang masih lajang dianggap susah mendapatkan jodoh lantaran terlalu sibuk bekerja?

Dengan adanya teknologi dan informasi yang sudah semakin berkembang, kita sebagai wanita harus pandai-pandai menggali informasi tentang dunia sekitar kita. Jangan karena kita wanita, lantas kita membiarkan orang lain menganggap kita hanya tahu soal urusan dapur saja, atau gosip selebriti saja. Memanfaatkan teknologi dengan sebaik-sebaiknya adalah salah satu cara meningkatkan kualitas kita dalam berbagai hal. Mulai dari mengapdet info-info pekerjaan, tips-tips mempercantik diri tanpa harus biaya mahal, menjalin hubungan baik dengan teman-teman baru maupun teman lama lewat social media, bahkan informasi spritual juga bisa kita dapatkan asalkan kita cerdik dalam menggalinya.

Dan, di era yang sudah serba canggih ini seorang wanita hendaknya memiliki skill-skill tertentu. Skill ini pun bisa digali dengan banyak-banyak mengupdate informasi yang berhubungan dengan minat dan bakat kita. Ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi di masa depan. Kita tidak akan pernah tahu, kapan orang-orang tersayang akan meninggalkan kita. Ketika seorang wanita kehilangan seseorang yang telah menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun, ia harus bisa bertahan hidup dengan skill-skill yang dimilikinya. Itulah saatnya ia menjadi Srikandi untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, dan untuk orang-orang tersayang.

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge

Yang Tak Terhapus

Seorang teman bercerita bahwa hubungannya dengan pacar terbarunya baru saja berakhir. Saya tidak terlalu heran mendengar kabar itu lantaran track recordnya dalam hal putus nyambung cukup tinggi. Tetapi kemudian seorang teman yang lain bertanya:

“Serius? Sama yang baru-baru itu kan?”
“iya” jawabnya singkat
“Terus? Gimana tuh foto sama postingan-postingan tentang dia di blogmu?”
“Gampang, tinggal dihapus aja kan”. Jawabnya enteng.

Ya ya ya. Memang suatu hal yang sangat mudah menghapus jejak-jejak hubungan dengan mantan kekasih di social media–foto-foto, tulisan, status update–dengan sekali klik. Tapi sadarkah, bahwa ada hal yang tak kan terhapus begitu saja, entah itu pahit ataupun manis.

Adalah kenangan.

Apa Kabar Dia

Apa kabar dia yang dulu kamu sebut sebagai “miracle”?
Dia yang begitu kamu sayangi
Hingga selalu kulihat binar bahagia itu di matamu ketika kamu berkisah tentangnya
Dia yang tak ada di hari ulang tahunmu yang ke dua puluh
Hingga kamu merasa hari itu tak lengkap meskipun orang-orang terdekatmu ada di sana

Apa kabar dia yang dulu selalu kamu sapa lewat telepon genggam?
Dia yang tak jarang uring-uringan ketika satu malam saja kamu tidak menghubunginya
Dia yang membuatmu rela menempuh jarak ratusan kilometer untuk berjumpa dengannya ketika musim libur

Apa kabar dia yang dulu menjadi inspirasimu ketika belajar photoshop dan coreldraw?
Dia yang kamu utak-atik fotonya dengan berbagai efek yang telah kamu kuasai hingga membuatnya terlihat lebih menarik di matamu
Dia yang foto-fotonya kamu simpan pada sebuah album khusus pada akun jejaring sosialmu

Apa kabar dia yang dulu kamu puja dengan sejuta kata?
Yang setia kamu tunggu meski pada akhirnya jaraklah yang menjadi kambing hitam atas perpisahan kalian
Tapi dia juga yang sedikit banyak telah membakar semangatmu untuk meraih mimpi-mimpi yang mulai kamu rangkai

Lalu apa kabarmu?
Masihkah kamu menyimpan dia di hatimu?

Makassar, in the middle of April

Siput Oh Siput

Ini bukan tentang hewan yang ke mana-mana membawa serta rumahnya. Bukan juga tentang jaringan lambat yang orang-orang menyebutnya sebagai jaringan siput. Tapi ini tentang seorang cowok, yang beberapa bulan belakangan sering kuperhatikan gerak-geriknya. Seorang cowok yang kemudian [dari seorang teman yang juga naksir sama dia] saya ketahui bernama M. Rivaldhi Agano. Pada saat itu dia berstatus mahasiswa fakultas ekonomi jurusan akuntansi tahun 2009.

Lelaki bertubuh tinggi, tegap, berkulit putih dan berwajah agak ke-korea-an itu selalu memarkirkan yamaha vixion merahnya di parkiran fakultas sastra karena parkiran fakultas ekonomi yang selalu penuh. Karena kebiasaan saya yang hampir setiap hari setelah kuliah selalu duduk-duduk terlebih dahulu di parkiran, hampir setiap hari saya melihatnya meski hanya sekilas, dua kilas dan tiga kilas. Tapi itu cukup membuat mata saya ‘fresh’ karena di fakultas sastra sendiri, di mata saya tidak ada sosok lelaki yang ‘good-looking’. Parahnya, ternyata bukan cuma saya sendiri yang ‘naksir’ sama dia, tapi ada beberapa teman dekat saya yang juga mengaguminya. Maka tradisi nongkrong di parkiran menunggu dia pulang pun setiap hari kami lakukan. What a freak.. 🙂

Cowok yang tergolong pemalu ini pun sepertinya tahu gelagat kami yang sengaja menunggu dia pulang. Maka setiap dia melihat kami nongkrong di parkiran, dia sepertinya sengaja berlama-lama ngobrol dengan teman-temannya dan tidak segera mengambil motornya. Itu membuat kami semakin geregetan.

Pernah suatu hari saya sengaja memindahkan motor saya untuk parkir di samping motornya yang kebetulan kosong. Kemudian iseng saya tulis di akun twitter saya, isinya begini : “meskipun raga kita tak berdekatan, setidaknya motor kita parkir berdekatan”

Beberapa bulan lalu salah seorang teman saya nekat mengirimkan friend request di akun facebooknya. Ya berkat dia juga kami jadi tahu info-info terbaru tentang dia. Dan berita duka yang terakhir kami dengar adalah : dia pindah kampus. Hmm, kini tak ada lagi ‘pemandangan indah’ di parkiran.

Tapi naksir hanyalah sebatas naksir. Tidak ada niatan mengejarnya sebagai pacar. Karena dia terlalu high quality untuk kami yang ordinary, bisa-bisa banyak yang nikung 🙂

*ditulis dalam rangka meramaikan hashtag #cumanaksirunite

Hai, Kamu…

Hai, kamu..

Apa kabarmu?

Masih suka buru-buru?

Masih suka pake sendal jepit biru?

Masih suka pergi ke pantai ketika merindukan kampung halamanmu?

Masih suka menghisap clas mild di jendela kamar tanpa pake baju?

Masih suka nyetel Angels and Airwaves keras-keras di kamarmu?

Kuharap masih

Karena itulah kamu.

Untuk Seorang Sahabat

hai..

*jeda sesaat,, tarik nafas..*

tak pernah kulihat sosokmu seminggu belakangan. kemana saja?

hmm.. apa kabarmu?

*hembuskan..

kamu tahu, aku kehilanganmu belakangan ini. aku begitu merasakan perubahan sikapmu. ada yang berbeda dari kamu, meskipun semua yang melekat padamu masih tetap sama. caramu menyapaku, tak sehangat dulu. caramu bercerita, tak selepas dulu. aku juga tahu, ada beberapa hal yang sengaja kamu sembunyikan dariku.

aku bukannya tak tahu kenapa kamu begini. aku sadar, semuanya tak lagi sama, ketika telah ada seseorang yang mewarnai harimu. seseorang yang kamu anggap sebagai ‘the right one’. itu sangat lazim terjadi dalam sebuah jalinan persahabatan. ketika satu pihak telah menemukan tambatan hati, maka dia akan sangat sibuk dengan tambatan hatinya dan perlahan terciptalah jarak antara dia dan sahabatnya. at least, itu menurut pengalaman dan pengamatanku. tapi,, kuharap kamu tak seperti itu. meskipun sekarang aku perlahan tersingkir dari hidupmu.

aku memang diam, tapi tahukah kamu, dalam diamku, aku mengkhawatirkanmu, ketika lambat laun pesan singkatku tak terbalas, panggilanku pun tak terjawab..

biarlah.. tak apa jika semuanya harus berjalan seperti ini. walaupun tanpa sepengetahuanmu, aku tetap memperhatikanmu dengan diam-diam. hanya untuk memastikan bahwa kamu baik-baik saja. dan… hanya tak ingin kehadiranku membuatmu terusik.

cinta boleh saja datang dan pergi, tapi sahabat selalu ada di hati.

jangan khawatir, akan selalu ada ruang untukmu datang kapan saja. ya, kapan saja, bagaimanapun keaadaanmu, kawan…

Keren Tanpa Rokok

Pernah dengar kasus seperti ini ?

Seorang cowok berhenti merokok karena tuntutan kekasihnya. Mungkin, ketika masa-masa pedekate si cowok berorasi dengan mengumbar visi-misi seperti :

akan berhenti merokok

akan menjadi sopir pribadi mengantar jemput si cewek setiap hari kemanapun dia pergi

tidak akan pernah jalan dengan cewek manapun selain kekasihnya

dan sebagainya dan sebagainya…

Beberapa hari yang lalu, ketika berkunjung ke cafe milik seorang teman, aku agak kaget juga melihat dia si pemilik cafe dengan santainya merokok sambil ngelap-ngelap perabotan cafe-nya [apa gak percuma ya, abis dilap gitu kena abu rokok lagi, cape dehh]. Ketika ada kesempatan ngobrol, tanpa ba bi bu lagi kutanya : “Sejak kapan merokok lagi?” [FYI, dari awal kenal kira-kira setahun lalu, baru kali ini aku liat dia merokok dan dulunya dia juga pernah cerita bahwa dia udah lama berhenti merokok]. Dengan santai sambil meghisap rokoknya dalam-dalam dia pun menjawab : “Sejak diputusin si anu…”. Spontan aku ngakak… Mungkin maksudnya cuma bercanda, tapi dalam hati sih aku bilang “dasar cowok, baru juga diputusin udah frustasi, kenapa gak bunuh diri aja sekalian?” [duh, sadis banget sih kata hati gue]

Another case…

Honestly, I hate smoker. Kenapa? Alasan klasik sih, karena derita perokok pasif lebih besar daripada perokok aktif. Selain itu… seorang perokok menurutku ngebetein banget, bisa bikin aku batak-batak, eh batuk-batuk, dan.. kalo abis deket-deketan sama chain-smoker, dari rambut sampe baju pasti ikut2an bau asap rokok [C’mon cewek-cewek anti-rokok, dukung gue]. Sedikit menyibak masa lalu… Pernah ada seorang mantan pacar, ketika masa pedekate, aku selalu batak-batak eh batuk-batuk [baik batuk beneran maupun batuk-batukan, hihihi]. Fortunately, dia nyadar juga kalo cewek manis incarannya ini anti-rokok. Dan… serangkaian janji-janji pun ditebar, salah satunya ya itu tadi, akan berhenti merokok [especially, in front of me]. Huhh, klasik!! Okelah, selama masa pacaran, dia sukses menepati janjinya, hanya satu atau dua batang kalo lagi kepepet n gak tahan banget [sampe begitu sekali ya, wahai kalian para smoker?]. Dan… dugaanku terbukti, ketika hubungan berakhir, maka janji pun berakhir. Seorang perokok yang berhenti merokok karena pacar [bukan karena niat tulus yang datang dari diri sendiri] akan kembali lagi ke bad habit nya, bahkan bisa jadi lebih parah dari sebelumnya. Ada yang tersinggung?

Another similar case…

Kali ini tentang Abang. Duluuuuu…. banget, Abang bukan perokok. Tapi, sejak hubungannya dengan ‘mimpinya yang sempurna’ berakhir. Dia tiba-tiba menjelma menjadi seorang smoker, sampai sekarang. [sorry to tell this, bang]

lagee dunkz

i’m not as lucky as you

hhhuuufff…. akhirnya bisa ngeblog juga. sbnrnya pengen bkin ini blog awal juli kemarin. tp krn warnet tutup gara2 proyek pelebaran jalan di sepanjang jalan perintis kemerdekaan makassar, akhirnya diriku harus menunggu sampai hari ini… (sbnrnya msh bs cr warnet lain c, tp berhubung uda jd member di warnet yg ini, jd mw ga mw hrs tetep ksni…)

seleksi SPMB lewat sudah, (klo ga slh skrg namanya jd SNM-PTN ya?? -idk-) dan aku melewatkannya bgtu saja… tanpa perjuangan seperti tahun2 sblmnya. ceritanya 2 tahun lalu lulus SMA, ikut spmb 2006 tp gagal. but, in the other side… aku diterima di D3 bussiness english Unesa lewat jalur PMDK non reguler. sempet mikir2 juga mw diambil apa ga? cuz wktu itu milihnya S1 sastra inggris.. akhirnya dgn berbagai pertimbangan, kulewatkan begitu saja kesempatan yang sudah ada di depan mata… hiks… :c

perjuangan belum berakhir, tahun 2007 nyoba ikut SPMB lagi tp gagal maning gagal maning… :c (gw bego bgt kali ya smpe2 2X gagal mlulu…?). mgkn sebagian orang berkata : “hanya orang bodoh lah yang jatuh di tempat yang sama untuk kedua kalinya”, tp bagiku, justru orang bodoh lah yang ga mw berusaha untuk mencoba… 4 me, the only 1 failure is failing 2 try…

lagee duuunkz…