Kenapa Saya Jarang Ngeblog?

It’s been sooooo long since the last time I wrote on this page. *Fyuh*

So much story I wanna share, tapi nggak tau harus mulai dari mana. Terlalu banyak hal terlewatkan tanpa diabadikan ke dalam tulisan.

Kenapa saya jarang ngeblog?

Kenapa ya? Saya juga bingung kenapa. Kalau dibilang nggak ada waktu, rasanya enggak juga. We have 24 hours a day. Rasanya nggak sulit untuk meluangkan waktu barang sejam untuk menulis (walaupun harus mengurangi waktu tidur yang cuma beberapa jam 😐 )

Kalau dibilang nggak kebagian jatah make laptop, enggak juga. Kan ada hape yang udah dipasangin aplikasi yang bisa ngeblog kapanpun dan di manapun.

Nah, kalau dibilang nggak ada koneksi buat upload postingan, enggak juga. Tiap hari selama 24 jam non-stop saya dapat akses internet gratisan dari tetangga sebelah yang koneksinya lumayan kenceeeeng buat streaming sama donlot-donlot, apalagi cuma buat ngepost tulisan, it’s not a big deal.

Nah, kayaknya satu-satunya alasan saya jarang ngeblog itu karena MALAS (dan agak-agak sibuk sih). Penyakitnya orang indonesia kebanyakan sih ya. Yah walaupun malasnya saya beralasan sih *halah, teteup aja pembelaan*

Jadi bulan Februari lalu saya mulai sibuk KKN. Tapi saya ngambil KKN Profesi. Nah sambil KKN saya juga sibuk bikin proposal skripsi, berlanjut dengan seminar skripsinya juga. Terus ya gitu deh, setelah selesai KKN selama 40 hari dilanjut dengan bikin laporan KKN yang ribetnya kebangetan. Belum beres semua, saya masih harus ngurus surat ijin penelitian segala macam. But it didn’t take a long time. Nggak sampe seminggu, pertengahan Mei lalu saya udah terbang ke…. JOGJA!

Cerita tentang KKN Profesi dan mbolang penelitian di Jogja akan segera hadir di postingan berikutnya. Bersabarlah! Bersabarlah! *ya kali ada yang nyasar baca blog ini*

Iklan

Pilihanmu Bukanlah Aku

Ada yang lebih menyakitkan dari mendengar kabar bahwa mantan kekasih yang masih kamu sayang akan segera menikah dengan orang lain?

Ada.
Dan itu adalah, mantan kekasih yang akan segera menikah itu masih mencoba menghubungimu, mengatakan rindu dan ingin bertemu.

Oh bukan. Ternyata ada yang lebih menyakitkan. Yaitu, dia benar2 datang ke rumahmu, menemuimu. dia berbisik di telingamu, “melupakanmu adalah sulit”. Omong kosong macam apa itu? Apa kabarnya undangan yang sudah dicetak? Apa kabar tanggal pernikahan yang sudah diperhitungkan? Apa kabar ijab qabul yang sebulan lagi akan diikrarkan?

“Dia bukan pilihanku”–katamu.

Another bullshit.

“Dan pilihanmu pun bukan aku”–kataku.

Just stop these bullshits!
I let you go, dengan siapapun itu. Pilihanmu atau bukan. Karena pilihanmu pun bukan aku.

Kalah

Dan sekali lagi saya harus kalah.
Pada perasaan absurd yang ternyata tak mudah diterjemahkan oleh indera.

Dan sekali lagi saya harus kalah.
Pada situasi yang seakan tak berpihak pada saya, sama sekali.
Sekalipun saya begitu ingin lari. Kemudian sembunyi.

Lalu apa bedanya?
Menikmati kekalahan itu menyelinap perlahan dalam rasa pahit. Rasa sakit. Rasa nyeri tak berujung.

Dan adakah tempat untuk sembunyi?
Untuk sekedar menunjukkan pada orang-orang di luar sana bahwa saya baik-baik saja setelah ditinggalkan bersama luka yang masih menganga.

Just Remembering

Just remembering how much I’ve been so crazy about you. Remembering how hard I tried to chase you. How much I’ve been so desperate when everything went wrong between us.
And it was ridiculous when I realized that we’re not meant to be..

But everything is changing.

What is more pleasuring than seeing you with no distance, having silly conversation we used to talk, yelling at you while you played soccer, having our favorite food we used to love as our dinner–and I wonder you love it still. What is closer than laying next to you, watch you breathing till you fall asleep..

I wonder I can be this close to you more than we were before.

Let’s keep these things with us. Let’s be this close.

Twenty-Something

*This is a very late post…

Sebenarnya pengen ngepost ini dari pas hari H, tapi karena kesibukan saya yang bejibun hingga membuat postingan ini harus ditulis setahap demi setahap. udah kayak skripsi aja gitu.

Jadi gini, tanggal 31 Agustus kemarin (kemarinnya orang jawa) saya ulang tahun. Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih, maka seantero dunia maya pun tahu bahwa hari ini saya berulang tahun yang ke ummm dua puluh empat.

Dan berbagai ucapan selamat ulang tahun dengan berbagai versi pun memenuhi wall fesbuk dan tab mention saya. Ini dia, JRENG JREEEEENGGG

Versi minimalis

HB = Hari burung (?)

Oke skip..

Versi Ter-cepat

Dari sahabat saya @kikilingling

Ini dia ucapan selamat ulang tahun tercepat dari salah satu sahabat saya, tepatnya pukul 00.02 WITA. Lengkap dengan kata “sayang” using that f*cking alay autotext -_-

Bukan cuma twit sih, dia juga ngirim ucapan yang sama via sms dan whatsapp. Harusnya sih nggak usah banyak-banyak, yang penting kan kadonya.

Next…

Versi ter-talekang

Dari @dinna_hardina

Tweet dari @dinna_hardina yang sudah saya retweet

Hell-to-the-ooooo a.k.a hellooo… Udah ngedit foto dengan sangat tidak manusiawi seperti itu masih berani minta traktiran? Hih!

Dari @kikilingling (lagi)

Ya selain dia merupakan pengirim tercepat, ucapannya juga cukup “talekang”. Entah kenapa dia bangga sekali menyebut angka dua puluh empat itu -_-

Dari adik saya @bizwud

Ucapannya itu loh, kenapa harus FRIENDZONE? FRIENDZONE? FRIENDZONE?

Tapi semuanya sudah terlambat, Dek. Aku terjatuhh dan tak bisa bangkit laagiiii, aku tenggeeelam dalam lautaaaan lukaaaa FRIENDZONEEEE

Tapi kemudian saya berpikir, mungkinkah ucapannya yang cukup talekang itu karena pas dia ulang tahun, saya nulis ini?

Dari adik saya juga @Ristiea

Yah doakan saja ya, Dek, semoga ada cowok ganteng, setia, cerdas, baik hati, tidak sombong, sabar dan penyayang serta tidak makan sabun yang nantinya khilaf jatuh cinta pada kakakmu ini 😀

Dari @iyunkvenus si belalang tempur

Menurut ngana? Ngana aja yang bisa ultah? Tapi kadonya menarik juga.. asal nggak brengsek aja :p

Next…

Versi ter-Jodoh

Versi ter-muuaachh di hati

Dari kak Wirda

  yang ternyata ada sedkit typo dan akhirnya direvisi

Thanks a lot kakak.. Even we’ve never meet each other, but I know you really care.. Udah gak terhitung seberapa sering saya curhat “nyampah” ya..

***

Little Surprise Party

Awalnya saya pikir hari itu akan menjadi biasa-biasa saja, just like my last years. Tapi kedatangan teman-teman saya menjadikan hari itu menjadi tidak biasa-biasa saja. Yah walaupun tetep aja sih tanpa kehadiran seorang kekasih #kode plus #curhatabis.

Jadi tiba-tiba si @kikilingling ini nongol di pintu kamar saya yang kebetulan nggak saya tutup dan saat itu saya lagi tengkurap-tengkurap unyu sambil stalking-stalking hore. Tau-tau ada suara ketawa-ketawa ngikik dengan volume suaranya yang abnornal untuk ukuran seorang wanita itu. Plus ada bau-bau asap gitu yang ternyata cek per cek bau itu berasal dari lilin di atas kue ultah ‘mini’ yang dia bawa buat saya.

Inilah muka saya pas baru bangun. Ternyata tetap manis. Cuman banyak yang belom nyadar aja..

Masih pake baju bobo, rambut awut-awutan dan muka bantal. Tapi tetep pede kok.

Nggak lama kemudian @dinna_hardina datang. Ternyata mereka sudah bersekongkol untuk melakukan hal ini padaku.

Ini versi saya udah mandi loh.. Gak ada bedanya sih mandi ataupun enggak, tetep aja di-friendzone-in. #SelipanCurhat

@dinna_hardina yang ngeksis pake kado dari @kikilingling

Dan inilah dia kue “mini” itu

Kado dari kiki

Deg-deg an pas buka ini en ngarep banget isinya hape :p

JENG JEENGG… Sekotak Beng-beng?

Oh bukan.. ternyata… baju!

Wait.. ini si kiki lagi mabok kali ya pas beli? Masa iya tulisannya “I’m just a girl who loves his boy”. Maksud loooee.. MAHO?

Thank you anyway for the gift, sweety 🙂

Wishing

Tentunya saya berharap dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di usia saya yang ke dua puluh empat ini. Karena kalo saya berharap tambah tinggi juga nggak mungkin..

Dan berhubung bulan ini juga saya sudah masuk di semester tujuh, saya juga berharap di semester ini TIDAK ADA KULIAH PAGI. Yah kalaupun ada, saya berharap saya bisa bangun pagi, meninggalkan kebiasaan saya yang bangun cuma matiin alarm terus lanjut tidur lagi dan ujung-ujungnya telat bahkan bolos kuliah pagi..

Dan berhubung usia saya sudah tergolong pantas menikah, namun sampai saat ini ternyata saya sudah beberapa kali ‘salah memilih pasangan’, jadi harapan saya adalah saya segera bertemu dengan jodoh saya entah itu terjadi di kala hujan lebat, kemudian saya berteduh di emperan toko, kemudian datanglah seorang cowok menawari saya untuk sepayung berdua dengannya.. dan besoknya saya jadian.. Atau di sebuah toko buku, ketika saya akan mengambil sebuah buku ternyata ada tangan lain yang juga akan mengambil buku itu, kemudian saya berpaling padanya, menatapnya dengan jengkel tapi ternyata ketika mata kami beradu, ternyata dia adalah… jeeng jeeenggg…. FERNANDO JOSE??

Ah sudahlah, sepertinya saya terlalu banyak nonton FTV.

I Let You Go Because

I let you go because nothing’s worth to fight anymore. I let you go because nothing’s worth to remember. I let you go because nothing’s worth to proud. I let you go because we have nothing left but your broken promises. I let you go because you don’t even deserve my tears at all. I let you go because I finally realize that we’re not worth it. I let you go because we’re not meant to be. I let you go because there’s just too much drama you’ve created. I let you go because we both are changing. I let you go because we both never commit to stay. I let you go because I finally realize that I’m not the one and you’re not the right one. I let you go because I finally can erase every single pleasant feeling when we met for the very first time. I let you go because I can let you go without any regret feeling. I let you go because you let me to let you go that easy.

Break-up Songs

I have no idea to post anything, so I decided to post this when it cross my mind.

Beberapa break-up song yang saya temukan ternyata memiliki makna yang berbeda. dan inilah lagu-lagu putus versi saya :

Versi udah putus tapi malah tambah sayang

Sugar ray – When It’s Over

When it’s over
That’s the time I fall in love again
And when it’s over
That’s the time you’re in my heart again
And when you go go go go
I know
And it never ends
It never ends

Versi sakit hati banget sampe nggak mau diajak balikan dan pake nyumpah-nyumpahin segala

Christina Perri – Jar Of Hearts

I learned to live half alive
And now you want me one more time
And who do you think you are?
Runnin’ ’round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart
You’re gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don’t come back for me
Who do you think you are?

I hear you’re asking all around
If I am anywhere to be found
But I have grown too strong
To ever fall back in your arms

Versi Nggak bisa move on

Yellowcard – only One

I feel so broken up (so broken up),
And I give up (I give up),
I just want to tell you so you know..

Here I go,
Scream my lungs out and try to get to you,
You are my only one.
I let go,
There’s just no one that gets me like you do
You are my only,
My only one.

Versi karma akan tiba pada waktunya

Hey Monday – Candles

All the games you played
The promises you made
Couldn’t finish what you started
Only darkness still remains


Been black and blue before
There’s no need to explain
I am not the jaded kind
Playback’s such a waste

You’re invisible
Invisible to me
My wish is coming true
Erase the memory of your face

One day
You will wake up
With nothing but “you’re sorrys”
And someday
You will get back
Everything you gave me

So far, segitu aja dulu. Mungkin lain kali ketemu lagu-lagu putus atau patah hati yang lain.

*Postingan ini benar-benar random -__-

Seharusnya

Seharusnya tidak ada ragu untuk sekedar berkata “iya” atau “tidak”. Seharusnya tidak ada waktu yang kita ulur lebih lama. Seharusnya kita tidak perlu saling menunggu. Seharusnya tidak ada sekat yang membatasi kita untuk saling mengisi. Seharusnya tidak ada rindu yang berlalu dengan sia-sia. Seharusnya tidak ada tawa yang menjelma air mata. Seharusnya tidak ada celah untuk saling menyakiti meski dengan cara terhalus sekalipun. Seharusnya tidak ada sesal yang mengendap di sudut hati atas apa yang telah terlewati.

Seharusnya tidak ada kata “seharusnya”.

Srikandi Masa Kini

Jika kita mendengar nama Srikandi, yang pertama kali terlintas dalam benak kita adalah sosok wanita yang tangguh dan perkasa. Tangguh dan perkasa di sini maksudnya bukan hanya secara fisik, tapi juga secara mental. Srikandi adalah analogi yang tepat untuk menggambarkan sosok wanita masa kini. Kebanyakan wanita masa kini adalah wanita yang mandiri, yang mampu menghidupi diri sendiri dan keluarganya.

Di era yang sudah serba digital ini, peranan wanita mungkin saja telah berubah. Wanita dulu hanya berdiam di rumah, mengurus rumah dan anak-anak, menunggu suami pulang kerja. Namun saat ini, banyak di luar sana wanita yang bekerja keras membanting tulang untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Profesi wanita-wanita Srikandi ini pun bermacam-macam. Mulai dari wanita karir, Dokter, Penulis, Wartawan, bahkan pekerja kasar.

Memang, saat ini wanita yang bekerja atau wanita karir masih menjadi kontroversi dalam masyarakat Indonesia. Pihak yang Pro menganggap wanita jaman sekarang memang harus bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri–atau bahkan menghidupi keluarganya. Karena di era yang sudah serba maju ini, wanita seharusnya tidak melulu tergantung pada pria. Namun pihak yang kontra mungkin menganggap bahwa wanita harus mengikuti kodratnya sebagai sosok yang lembut, penuh kasih dan patuh kepada pria.

Lantas apakah wanita karir yang dari pagi sampai sore bekerja di luar rumah dianggap tidak bisa memberikan perhatian dan kasih sayang kepada keluarga? Apakah wanita karir dianggap kurang gaul karena jarang mengikuti kegiatan arisan ibu-ibu komplek? Lantas apakah wanita karir yang masih lajang dianggap susah mendapatkan jodoh lantaran terlalu sibuk bekerja?

Dengan adanya teknologi dan informasi yang sudah semakin berkembang, kita sebagai wanita harus pandai-pandai menggali informasi tentang dunia sekitar kita. Jangan karena kita wanita, lantas kita membiarkan orang lain menganggap kita hanya tahu soal urusan dapur saja, atau gosip selebriti saja. Memanfaatkan teknologi dengan sebaik-sebaiknya adalah salah satu cara meningkatkan kualitas kita dalam berbagai hal. Mulai dari mengapdet info-info pekerjaan, tips-tips mempercantik diri tanpa harus biaya mahal, menjalin hubungan baik dengan teman-teman baru maupun teman lama lewat social media, bahkan informasi spritual juga bisa kita dapatkan asalkan kita cerdik dalam menggalinya.

Dan, di era yang sudah serba canggih ini seorang wanita hendaknya memiliki skill-skill tertentu. Skill ini pun bisa digali dengan banyak-banyak mengupdate informasi yang berhubungan dengan minat dan bakat kita. Ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi di masa depan. Kita tidak akan pernah tahu, kapan orang-orang tersayang akan meninggalkan kita. Ketika seorang wanita kehilangan seseorang yang telah menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun, ia harus bisa bertahan hidup dengan skill-skill yang dimilikinya. Itulah saatnya ia menjadi Srikandi untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, dan untuk orang-orang tersayang.

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes Fastron Blogging Challenge

Yang Masih Membekas Untuk Kalian

Dear, My bestest

Rasanya baru kemarin sore saya mengenal kalian. Ketika tiba-tiba saya harus pindah sekolah, tinggal satu kos dengan kalian, beradaptasi dengan lingkungan baru saat itu.

Rasanya baru kemarin sore saya belajar bersama kalian, duduk-duduk di teras rumah kos kita sambil mencuri-curi pandang pada cowok manis anak tetangga depan rumah.

Rasanya baru kemarin sore saya berangkat ke sekolah bersama kalian, tentunya dengan keterburu-buruan karena saya selalu terlambat bangun dan mendapat giliran mandi paling akhir di antara kalian.

Rasanya baru kemarin kita pulang sekolah sama-sama, saling menunggu karena kita berada di kelas yang berbeda. Kemudian kita berlomba-lomba menebak kira-kira menu makanan apa yang dimasak oleh induk semang kita.

Rasanya baru kemarin sore kita merayakan kelulusan SMA kita, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan labil kita pada masa itu, dan mulai merencanakan kelanjutan hidup jangka panjang kita.

Rasanya baru kemarin sore tetapi ternyata telah ada begitu banyak proses yang telah kita lalui dengan jalan kita masing-masing yang tentunya tak selalu mulus.. Menjalani hidup sebagai mahasiswa, hingga tahun lalu, saya sangat iri sekaligus termotivasi untuk segera meraih gelar Sarjana Sastra ketika melihat foto ini…

Dita Septy Wardana Kusumawati, S.Si

Dan kini, yang lebih menakjubkan adalah ketika gelar dua orang dari kalian sudah berubah menjadi seorang istri.. Benar-benar rasanya seperti baru mengenal kalian sejak kemarin sore. Dita, Devi, Nia. Betapa saya merindukan kebersamaan kita..

***

Beberapa hari lalu,  perasaan saya tiba-tiba dilingkupi rasa haru, ketika sebuah  foto masuk ke chatroom whatsapp saya, dan ternyata isinya ini..

Devi Agustina Kuswanti, Amd dan Suami

You look so beautiful Dev.. Meskipun tanpa make up pun kamu sudah cantik. Tapi kecantikanmu ini bertambah berkali kali lipat karena kamu terlihat sangat bahagia. Be a great wife, Dev.. Meskipun saya tidak bisa hadir di pernikahanmu karena jarak yang terbentang antara kita *halah*, tapi do’a saya selalu ada untuk kebaikanmu.

Pernikahanmu ini mengingatkan saya akan satu hal; kalian ingat kan ketika suatu sore kita berangan-angan membayangkan seperti apa suami kita di masa depan? Dan yang lebih menggelikan adalah ketika kita membayangkan bagaimana cara kita menyambut suami kita ketika pulang kerja. Jadi, bagaimana kamu meyambut suamimu ketika dia pulang kerja, Dev?

P.S : Saya mewek pas nulis ini, jadi kalian juga harus mewek pas baca ini :p. Love ya all 🙂