Arsip Tag: bosan

KKN (Kuliah Kerja Nyantai) – 3

Hari Ke tiga dan seterusnya sampai sekitar seminggu lebih kami masih dilanda kebetean luaaarrr biasa. Di lubuk hati yang terdalam pun mulai muncul sebuah penyesalan kenapa akhirnya kami KKN di sini. Tapi yah mau gimana lagi, nasi sudah terlanjur menjadi bubur, tinggal ditambahin ayam, bawang goreng, sambel sama kerupuk aja, jadi deh bubur ayam.

Om bos jarang datang ke kantor, kalaupun datang, palingan cuma sebentar trus pergi lagi. Pak Bos sehari-hari asik berkutat di depan laptopnya dan sayup-sayup terdengar dari dalam tempat nongkrong kami (baca: lab) playlist lagu-lagu jadul yang itu-itu saja berulang-ulang.

Hari entah ke berapa tepatnya hari Jumat, kami dapat instruksi dari Mas Bos lewat temannya yang berkantor di Gedung Kepegawaian untuk meng-handle ekskul yang diadakan setiap jumat sore. Sempat keder juga karena yang bakalan dihadapi ini mahasiswa juga, tapi nekat-nekat aja lah mengingat saya pernah beberapa kali mengahandle english meeting club discussion. Yasudahlah, dijalani saja walaupun itu artinya kami bertiga harus lembur sampai menjelang maghrib. Dari pada cuma ongkang-ongkang kaki seharian kan?

Dan alhamdulillah ekskul sore itu berjalan lancar walaupun saya harus menghandle satu kelas sendirian sementara dua teman saya itu berkonspirasi untuk menghandle satu kelas berdua.

Hari-hari berikutnya kami mulai pindah tempat nongkrong ke ruangannya para Bos. Nyesek banget tau nongkrong di lab yang nggak ada hiburan sama sekali dan diawasi CCTV. Tapi seruangan sama Pak Bos juga bukan ide yang cemerlang banget. Masa iya ada gitu tinggal seruangan selama jam kantor tapi interaksinya dikiiiiitttt banget 😥

***

Hari Kedatangan Mas Bos

Kalau nggak salah waktu itu hari senin. Dan kayaknya hari itu saya terlambat (lagi) masuk kantor. Afni dan Shyba udah nongkrong duluan di lab. Mereka langsung bisik-bisik ngabarin kalau Mas Bos (yang selama ini kami nanti-nantikan dan harap-harapkan untuk bisa mengubah nasib kami yang membosankan di lab ini) udah masuk kator. Cuma waktu itu dia lagi ke luar ruangan jadi pas saya masuk saya nggak ketemu.

Saya makin penasaran dong kayak apa wujudnya si Mas Bos ini. Nggak lama, dia masuk ruangan dan langsung duduk anteng mantengin laptop di kursinya (kita bertiga ngintip-ngintip dari jendela). Ternyata dia beneran masih muda, umurnya sekitaran… mungkin belom kepala 3. Pake kacamata (tipe cowok gue banget 😉 ), agak putih, badannya proporsional, dari jarak pandang saya waktu itu sih mukanya biasa aja dan model rambutnya agak cupu *oops, sori bos 😀 *

Kami bertiga udah menggantungkan harapan sama dia bahwa dia bisa ngubah nasib kami yang cukup suram selama seiminggu lebih di lab ini. Etapi kok sampe siang menjelang sore dia kagak nyamperin juga? Nggak ada acara kenalan pula! Walaupun kemarinnya saya sama dia sempet kenalan and ngobrol basa-basi di Line, tapi kan kurang afdol kalo nggak kenalan langsung.

Fix, hari itu kami kecewa sama Mas Bos, ternyata quote “the more you hope, the more you’ll get hurt” yang bertebaran di dunia maya itu benar adanya. Kami ngarep kehadiran Mas Bos bakal ngasih pencerahan di hari-hari kami yang suram itu cuma harapan semata. Saking kecewanya sampai-sampai waktu itu saya ngetwit nomention yang isinya gini:

Ada atau tidak adanya kamu itu sama!

Untungnya waktu itu kita belum saling follow di twitter.

Tapi ternyata hari-hari berikutnya mulai berbeda. Pepatah yang sudah kita kenal dari jaman SD “tak kenal maka tak sayang” itu ternyata benar adanya.

*bersambung ke part 4*

My “me” Time

Being alone is just a simple way to let bored go | @si_ucrit

And here I am. Di sebuah tempat yang tdak bisa disebut dengan kafe di jalan A.P Pettarani, Makassar. Hanya ada segelintir orang di sini, memang tempat ini tidak terlalu ramai pengunjung pada siang hari seperti ini.

I’m alone, but I’m not lonely. Saya sedang bersama semua hal yang ada di pikiran saya–kuliah, kerjaan, keluarga, teman-teman, dia, dan banyak hal–yang sebenarnya ingin saya ungkapkan degan tulisan.

Sometimes, being alone makes me feel comfort. Seperti saat ini. Dengan sekotak pisang nugget rasa cokelat putih dan A thousand years nya Christina Perri yang entah sudah berapa kali ter-repeat dari laptop saya, saya seperti bisa berpikir tentang banyak hal.

Mungkin, bagi sebagin orang, sendirian itu tidak menyenangkan. Alasannya beragam. Mulai dari merasa asing di tengah keramaian, merasa canggung menjadi pusat perhatian banyak orang karena berjalan seorang diri, dan alasan-alasan lain yang beragam. Dalam kehidupan sehari-hari di tempat saya menetap sekarang, kondisi seperti ini diistilahkan dengan solkar atau solo karir. saya juga tidak tahu asal muasal istilah yang cukup happening ini, yang jelas, istilah ini sering sekali terlontar dari teman-teman yang melihat ada seseorang yang beraktivitas sendirian, meskipun kebanyakan konteksnya bercanda.

Bagi saya, pergi sendirian ke suatu tempat dan melakukan sesuatu sendirian itu seperti refreshing. Kadang-kadang saya merasa bosan pergi ke mana-mana berramai-ramai. Tapi bukan berarti teman-teman saya membosankan. Saya hanya merasa, terkadang butuh waktu untuk sendirian saja, seperti saat ini. Melakukan hal-hal yang saya suka, mendengarkan musik yang saya suka, menuliskan apa yang ada di benak saya–karena menulis itu menyembuhkan. Dan itu membuat saya nyaman untuk sementara–sebelum saya kembali ke rutinitas semula.

Tidak perlu menunggu hingga weekend tiba untuk melakukan hal ini. Karena ketika saya merasa penat dengan rutinitas yang ada, saya tahu harus bagaimana.

*tempat ini mengingatkan saya pada kafe milik seorang teman yang dulu sering saya singgahi ketika saya ingin sendirian. Saya rindu Hot Chocolate yang tidak terlalu panas, dan saya rindu dia.

SMS Kurang Kerjaan

Sumpeh bete banget. Need someone to talk.
Sent : 388

gak sampe 1 detik..

From: 388
Mohon maaf, perintah ketik yang Anda kirim tidak terdaftar dalam sistem kami

Bodo amat, gue lagi butuh temen ngobrol !
Sent : 388

gak sampe 1 detik..

From : 388
Mohon maaf, perintah ketik yang Anda kirim tidak terdaftar dalam sistem kami

Aaaarrrggghhhh!!!!
Sent : 388

gak sampe 1 detik..

From : 388
Mohon maaf, perintah ketik yang Anda kirim tidak terdaftar dalam sistem kami

***

GUBRAAAKKK!!!! *Anyway, thanks buat operator Indosat