Arsip Tag: luka

Pilihanmu Bukanlah Aku

Ada yang lebih menyakitkan dari mendengar kabar bahwa mantan kekasih yang masih kamu sayang akan segera menikah dengan orang lain?

Ada.
Dan itu adalah, mantan kekasih yang akan segera menikah itu masih mencoba menghubungimu, mengatakan rindu dan ingin bertemu.

Oh bukan. Ternyata ada yang lebih menyakitkan. Yaitu, dia benar2 datang ke rumahmu, menemuimu. dia berbisik di telingamu, “melupakanmu adalah sulit”. Omong kosong macam apa itu? Apa kabarnya undangan yang sudah dicetak? Apa kabar tanggal pernikahan yang sudah diperhitungkan? Apa kabar ijab qabul yang sebulan lagi akan diikrarkan?

“Dia bukan pilihanku”–katamu.

Another bullshit.

“Dan pilihanmu pun bukan aku”–kataku.

Just stop these bullshits!
I let you go, dengan siapapun itu. Pilihanmu atau bukan. Karena pilihanmu pun bukan aku.

Kalah

Dan sekali lagi saya harus kalah.
Pada perasaan absurd yang ternyata tak mudah diterjemahkan oleh indera.

Dan sekali lagi saya harus kalah.
Pada situasi yang seakan tak berpihak pada saya, sama sekali.
Sekalipun saya begitu ingin lari. Kemudian sembunyi.

Lalu apa bedanya?
Menikmati kekalahan itu menyelinap perlahan dalam rasa pahit. Rasa sakit. Rasa nyeri tak berujung.

Dan adakah tempat untuk sembunyi?
Untuk sekedar menunjukkan pada orang-orang di luar sana bahwa saya baik-baik saja setelah ditinggalkan bersama luka yang masih menganga.