Arsip Tag: sakit

Pilihanmu Bukanlah Aku

Ada yang lebih menyakitkan dari mendengar kabar bahwa mantan kekasih yang masih kamu sayang akan segera menikah dengan orang lain?

Ada.
Dan itu adalah, mantan kekasih yang akan segera menikah itu masih mencoba menghubungimu, mengatakan rindu dan ingin bertemu.

Oh bukan. Ternyata ada yang lebih menyakitkan. Yaitu, dia benar2 datang ke rumahmu, menemuimu. dia berbisik di telingamu, “melupakanmu adalah sulit”. Omong kosong macam apa itu? Apa kabarnya undangan yang sudah dicetak? Apa kabar tanggal pernikahan yang sudah diperhitungkan? Apa kabar ijab qabul yang sebulan lagi akan diikrarkan?

“Dia bukan pilihanku”–katamu.

Another bullshit.

“Dan pilihanmu pun bukan aku”–kataku.

Just stop these bullshits!
I let you go, dengan siapapun itu. Pilihanmu atau bukan. Karena pilihanmu pun bukan aku.

Losing You

i miss the old us

Semua orang berpotensi untuk berubah, bahkan orang terdekat sekalipun. Entah itu perubahan positif maupun negatif. Dan ‘berubah’nya kamu kali ini benar-benar membuat saya shock. Bagaimana tidak, kita baru saja ber’temu kangen’ selama kurang lebih 60 menit via telepon, membicarakan apa-apa yang terjadi selama beberapa tahun perpisahan kita, menceritakan bahwa selama ini kamu masih menyimpan foto-foto kita berdua di laptopmu–dan itu membuat saya terharu, betapa jarak dan waktu tidak membuat persahabatan kita lekang–seperti juga saya yang masih menyimpan foto berdua kita dalam sebuah bingkai yang terpajang di kamar tidurku.

Kemudian beberapa hari setelahnya kamu tiba-tiba berubah. kamu seperti menjelma menjadi orang lain, orang yang sama sekali tidak saya kenal. panggilan dan pesan singkat saya mulai terabaikan–tanpa saya tahu sedikitpun alasannya.

Apapun alasan kamu menghindari saya, saya hanya ingin kamu tahu bahwa saya merasa kehilangan. Saya sudah kehilangan kamu selama beberapa tahun. Dan sekarang, di saat saya menemukan kamu kembali, di saat saya ingin kembali berbagi cerita bersama kamu, saya kembali kehilangan. Dan kali ini sangat menyakitkan.

Dan apapun alasan kamu menghindari saya, setidaknya bicara jujur tentang hal yang membuat kamu tidak nyaman akan kehadiran saya akan terkesan lebih manusiawi dibandingkan dengan diam dan terus menghindar. Setidaknya, ketika saya benar-benar harus kehilangan kamu, saya tahu dimana letak kesalahan saya.

Kamu, jika suatu saat kamu membaca tulisan ini, saya ingin kamu tahu bahwa saya merindukan kamu, merindukan kebersamaan kita di masa lalu, merindukan hal-hal yang selalu kita bagi bersama. I miss how close we used to be. Saya ingin membagi kebahagiaan saya dengan kamu. Saya ingin kamu tahu, bahwa gadis yang dulu selalu kamu jaga ini, sekarang telah memutuskan untuk melabuhkan pilihan pada satu hati. Bahwa gadis yang dulu pernah menangis di bahu kamu ini, kini telah menemukan bahu untuk bersandar.

Kamu, jika suatu saat kamu membaca tulisan ini, sesakit apapun hal yang saya rasakan sekarang, saya ingin kamu tahu bahwa selalu terbersit sebait doa untuk kebaikan kamu.

Many people come and go in my life. But there’s always a special space in my heart with you in it, and no one can replace. You, my best friend ever.