Arsip Tag: surprise

25 already

Yeah, 25 already. 3 days ago was my birthday. I’m getting older, and (hoping) getting wiser in every step I take in life.  And I’m so grateful. I got a great gift from Allah–my bachelor degree on August 29–while 4 years ago I got the same great gift in my birthday, accepted as a student of Universitas Muslim Indonesia. Never enough to say thanks to Allah SWT for the rest of my life.

The first congratulation greeting came from an ex-bf by text (but I think I shouldn’t copy the text here, right? ). And so many wishes came from friends in social and real life. And the most popular wish was “Hope you get married soon”. Amin for that wish, guys.

Yeah, 25 is a “warning age” for some women–if you know what I mean. I realize that I should have got married on 24 or 25 but you know, we can’t get EVERYTHING we want. We may met a wrong one (or may be many wrong ones ? ) before we meet the right one. But still, I believe that love will find a way.

A friend of mine, Wirda said 25 is totally lucky number for me. I don’t really understand what did she mean with the “lucky” in her wall post, but I really thankful for the wishes 🙂

I made a little celebration in my birthday and graduation day at once, I invited some close friends to come to my home and having a lunch (but unfortunately it became a dinner -_- ). But still, I’m so grateful having close friends like them, even sometimes they are annoying 😀

IMG_7418The close friends

IMG_7430

IMG_7431My surprise birthday cake came from my two brothers and sister

IMG_7443The first cake goes to my brother

What makes that day so special? “He” was on the spot, sitting next to me, for the first time in 4 years our friendzoneship 😀

Thank you for my dearest fellas Kiki Pratiwi Ayu Lestari, S.S , Afni Hardina, S.S , Siti Badriyah, S.S for everything we have been through in our last 3 years. And thank you for Muh. Hamdi Shadiq, S.S for being the best couple for Kiki 😀

Thank you for Dedi Junaedi (S.Kom wannabe), knowing you is a surprise, and every single thing happened between us is another surprise in it.

My wishes, of course, may I can be better, and I do hope I get my dreamy job soon (FYI, I’m already become an unemployment, as I’m no more a student), getting married with the right one. And of course, make my family proud of who I am.

Late night, a text come to my inbox and it really touch my heart:

Umur mulai berkurang, tapi semoga kebaikan selalu bertambah

That was from Aris, my classmate when we were in Kindergaten 🙂

Twenty-Something

*This is a very late post…

Sebenarnya pengen ngepost ini dari pas hari H, tapi karena kesibukan saya yang bejibun hingga membuat postingan ini harus ditulis setahap demi setahap. udah kayak skripsi aja gitu.

Jadi gini, tanggal 31 Agustus kemarin (kemarinnya orang jawa) saya ulang tahun. Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih, maka seantero dunia maya pun tahu bahwa hari ini saya berulang tahun yang ke ummm dua puluh empat.

Dan berbagai ucapan selamat ulang tahun dengan berbagai versi pun memenuhi wall fesbuk dan tab mention saya. Ini dia, JRENG JREEEEENGGG

Versi minimalis

HB = Hari burung (?)

Oke skip..

Versi Ter-cepat

Dari sahabat saya @kikilingling

Ini dia ucapan selamat ulang tahun tercepat dari salah satu sahabat saya, tepatnya pukul 00.02 WITA. Lengkap dengan kata “sayang” using that f*cking alay autotext -_-

Bukan cuma twit sih, dia juga ngirim ucapan yang sama via sms dan whatsapp. Harusnya sih nggak usah banyak-banyak, yang penting kan kadonya.

Next…

Versi ter-talekang

Dari @dinna_hardina

Tweet dari @dinna_hardina yang sudah saya retweet

Hell-to-the-ooooo a.k.a hellooo… Udah ngedit foto dengan sangat tidak manusiawi seperti itu masih berani minta traktiran? Hih!

Dari @kikilingling (lagi)

Ya selain dia merupakan pengirim tercepat, ucapannya juga cukup “talekang”. Entah kenapa dia bangga sekali menyebut angka dua puluh empat itu -_-

Dari adik saya @bizwud

Ucapannya itu loh, kenapa harus FRIENDZONE? FRIENDZONE? FRIENDZONE?

Tapi semuanya sudah terlambat, Dek. Aku terjatuhh dan tak bisa bangkit laagiiii, aku tenggeeelam dalam lautaaaan lukaaaa FRIENDZONEEEE

Tapi kemudian saya berpikir, mungkinkah ucapannya yang cukup talekang itu karena pas dia ulang tahun, saya nulis ini?

Dari adik saya juga @Ristiea

Yah doakan saja ya, Dek, semoga ada cowok ganteng, setia, cerdas, baik hati, tidak sombong, sabar dan penyayang serta tidak makan sabun yang nantinya khilaf jatuh cinta pada kakakmu ini 😀

Dari @iyunkvenus si belalang tempur

Menurut ngana? Ngana aja yang bisa ultah? Tapi kadonya menarik juga.. asal nggak brengsek aja :p

Next…

Versi ter-Jodoh

Versi ter-muuaachh di hati

Dari kak Wirda

  yang ternyata ada sedkit typo dan akhirnya direvisi

Thanks a lot kakak.. Even we’ve never meet each other, but I know you really care.. Udah gak terhitung seberapa sering saya curhat “nyampah” ya..

***

Little Surprise Party

Awalnya saya pikir hari itu akan menjadi biasa-biasa saja, just like my last years. Tapi kedatangan teman-teman saya menjadikan hari itu menjadi tidak biasa-biasa saja. Yah walaupun tetep aja sih tanpa kehadiran seorang kekasih #kode plus #curhatabis.

Jadi tiba-tiba si @kikilingling ini nongol di pintu kamar saya yang kebetulan nggak saya tutup dan saat itu saya lagi tengkurap-tengkurap unyu sambil stalking-stalking hore. Tau-tau ada suara ketawa-ketawa ngikik dengan volume suaranya yang abnornal untuk ukuran seorang wanita itu. Plus ada bau-bau asap gitu yang ternyata cek per cek bau itu berasal dari lilin di atas kue ultah ‘mini’ yang dia bawa buat saya.

Inilah muka saya pas baru bangun. Ternyata tetap manis. Cuman banyak yang belom nyadar aja..

Masih pake baju bobo, rambut awut-awutan dan muka bantal. Tapi tetep pede kok.

Nggak lama kemudian @dinna_hardina datang. Ternyata mereka sudah bersekongkol untuk melakukan hal ini padaku.

Ini versi saya udah mandi loh.. Gak ada bedanya sih mandi ataupun enggak, tetep aja di-friendzone-in. #SelipanCurhat

@dinna_hardina yang ngeksis pake kado dari @kikilingling

Dan inilah dia kue “mini” itu

Kado dari kiki

Deg-deg an pas buka ini en ngarep banget isinya hape :p

JENG JEENGG… Sekotak Beng-beng?

Oh bukan.. ternyata… baju!

Wait.. ini si kiki lagi mabok kali ya pas beli? Masa iya tulisannya “I’m just a girl who loves his boy”. Maksud loooee.. MAHO?

Thank you anyway for the gift, sweety 🙂

Wishing

Tentunya saya berharap dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di usia saya yang ke dua puluh empat ini. Karena kalo saya berharap tambah tinggi juga nggak mungkin..

Dan berhubung bulan ini juga saya sudah masuk di semester tujuh, saya juga berharap di semester ini TIDAK ADA KULIAH PAGI. Yah kalaupun ada, saya berharap saya bisa bangun pagi, meninggalkan kebiasaan saya yang bangun cuma matiin alarm terus lanjut tidur lagi dan ujung-ujungnya telat bahkan bolos kuliah pagi..

Dan berhubung usia saya sudah tergolong pantas menikah, namun sampai saat ini ternyata saya sudah beberapa kali ‘salah memilih pasangan’, jadi harapan saya adalah saya segera bertemu dengan jodoh saya entah itu terjadi di kala hujan lebat, kemudian saya berteduh di emperan toko, kemudian datanglah seorang cowok menawari saya untuk sepayung berdua dengannya.. dan besoknya saya jadian.. Atau di sebuah toko buku, ketika saya akan mengambil sebuah buku ternyata ada tangan lain yang juga akan mengambil buku itu, kemudian saya berpaling padanya, menatapnya dengan jengkel tapi ternyata ketika mata kami beradu, ternyata dia adalah… jeeng jeeenggg…. FERNANDO JOSE??

Ah sudahlah, sepertinya saya terlalu banyak nonton FTV.

Selamat Ulang Tahun, Kamu

“Yup, selesai!” Ucapku riang setelah menyelesaikan goresan sketsaku kali ini. sketsa wajah seorang sahabat yang kucinta dengan diam-diam tiga tahun belakangan.

Ini adalah pertama kalinya aku membuat sketsa wajah. Tapi aku cukup puas dengan hasil sketsa yang kubuat hanya dengan waktu semalaman ini.

Hari ini dia berulang tahun yang ke dua puluh tiga. Yang artinya, hari ini umur kami sama-sama dua puluh tiga. Dia tidak akan bisa lagi mengolokku dengan panggilan “orang tua” sampai tujuh bulan ke depan hanya karena aku terlahir lebih dulu dari dia.

Aku sudah menyiapkan kejutan spesial untuknya. Kubuatkan pancake kesukaannya dengan siraman madu di atasnya, tak lupa kutambahkan kalimat “selamat tambah tua” pada pinggiran piring.

Sejak tadi malam aku sudah tidak bisa tidur. Setengah mati aku menahan jemari untuk tidak mengirimkan sms ucapan selamat ulang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku tahu, dia pasti sedang tertawa riang bersama teman-temannya yang selalu menghadiahkan surprise party tepat pada dini hari. Sebenarnya aku juga ingin berada di sana, di tengah teman-temannya yang mengetuk pintunya tengah malam, kemudian bersama-sama menyanyikan lagu “happy birthday”, lalu entah siapa yang memulai, mereka akan saling mengoleskan krim pada kue tart itu pada wajahnya sekenanya.

***

Aku berdiri di depan pagar kostnya dengan perasaan campur aduk. Bukan karena ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di sini, tapi aku juga sibuk membayangkan reaksinya jika tiba-tiba aku berdiri di depan pintu kamarnya. Ini akan menjadi surprise untuknya.

Aku mengenakan pakaian yang lain dari biasanya, eksklusif di hari ulang tahunnya. Rok pendek selutut warna khaki, tank top hitam yang dipadu dengan luaran brokat yang juga berwarna khaki, dan terakhir sepatu flat hitam. Tak lupa rambut ikal panjangku kuikat di samping membuat penampilanku yang biasanya berantakan menjadi agak manis sore ini.

Aku nekat membuka pagar itu dengan perasaan tak menentu. Aku sudah berniat dalam hati, akan mengungkapkan perasaanku padanya yang kupendam selama tiga tahun ini, tentang bagaimana dia ada di hatiku bukan sekedar sebagai sahabat, tetapi sebagai orang yang selalu kurindukan dalam hati. Apapun resikonya, aku seharusnya sudah siap.

Kuketuk sebanyak tiga kali pintu berwarna coklet itu. jantungku berdegub lebih cepat, jauh dari ukuran normal. Tak lama, pintu terbuka. Wajah orang yang amat kusayang ini muncul. Keningnya berkerut, ada rona kaget di sana.

“surprise..!!!” kataku riang dengan senyum termanis yang pernah kupunya. Sambil menyodorkan kotak berisi pancake kesukaannya.

Dia terlihat gugup ketika menerima kotak pemberianku, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

“boleh masuk? Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu” lanjutku karena dia masih terpaku di ambang pintu.

“mmm.. eh..” dia terlihat semakin gugup.

“siapa, sayang..?” Tanya seorang wanita yang tiba-tiba saja bergelayut manja di lengannya.

Jantungku seakan berhenti berdetak. Apa-apaan ini? senyumku pun perlahan menghilang dan wajahku jadi ikut-ikutan tegang.

“ehm.. iya, boleh. Masuk aja, katanya mau ngomong sesuatu. Pasti penting, ya? jawabnya masih dalam keadaan gugup.

“ng.. nggak kok, nggak penting. Cuma mau bilang, selamat ulang tahun, kamu”. Kataku dengan senyum yang kupaksakan.

Aku bergegas pergi tanpa memberikan sketsa wajah yang kubuat untuknya, dengan membawa tiga titik Kristal bening di sudut mata.