Arsip Tag: teman

Hikmah di Balik Skripsi

Ini dia tahap paling akhir dari menjadi mahasiswa tingkat akhir: SKRIPSI. Udah kebayang dong gimana ruwetnya proses yang satu ini? Mulai dari pengajuan judul, blablablabla sampai ritual kejar-kejaran sama DosPem (Dosen Pembimbing)

Yak, hari ini saya ujian skripsi, atau istilah yang dipake mahasiswa di Makassar adalah “Ujian Meja”. Saya juga nggak tau asal muasalnya istilah ini. Padahal kan semua ujian itu pake meja ye?

Saya beneran nggak nyangka bisa ikutan ujian hari ini karena kemarin-kemarinnya udah hopeless banget secara tiap mau konsultasi selalu ada halangan. Mulai dari Dospem 1 yang lagi di Jakarta dan Dospem 2 yang… Ah, Sudahlah. Saking hopelessnya sampai-sampai saya bernadzar “kalau saya bisa ikut ujian tanggal 29 Agustus, saya bakal nraktir Afni dan Shyba karaokean di Diva (tapi 1 jam aja, yang 1 jamnya pake free pass πŸ˜€ ) dan juga bersihin lantai 2 rumah saya. Ini agak berat pemirsaaaa.

Dan Alhamdulillah, saya beneran bisa ikut ujian. Walaupun tanpa persiapan karena mental dan fisik udah keburu down akibat “kejar-kejaran sama Dospem”. Dan seperti biasa, yang terjadi menjelang ujian adalah perut tiba-tiba kontraksi. Mules iya, krucuk-krucuk karena belom sarapan iya, pengen boker juga iya. Akhirnya saya curhat via WhatsApp sama Dita, temen saya dari SMA. Katanya, pas dia dulu ujian skripsi, dia baca ayat kursi sambil bayangin wajah dosen pengujinya. Plus banyak-banyak baca Al-fatihah.

Saya pun percaya dan segera mencobanya. Dan ternyata it Works! Ujian saya berjalan lancar-selancarnya. Kayak sms-smsnya cowok yang lagi pedekate gitu. It floowwsss… Pertanyaan-pertanyaan penguji terjawab dengan lumayan lancar walaupun ada kesalahan grammar di sana-sini. Kagok juga sih karena udah lama nggak ngomong pake bahasa bule di depan umum. At least, saya sangat puas dengan ujian tadi, ketika tiba saatnya yudisium dan saya dapat nilai A untuk skripsi, dan LULUS DENGAN PUJIAN. Pokoknya, never enough to say Alhamdulillah for today.

Dan berhubung saya sempat pesimis bakalan dapat nilai A (karena untuk seminar proposal dulu saya cuma dapat nilai B), saya bernadzar lagi “Saya bakalan puasa selama 2 hari kalau saya dapat nilai A di ujian skripsi). Semoga bisa segera melaksanakannya πŸ™‚

Karena ini adalah pengalaman ujian skripsi yang pertama, so harus diabadikan dong.

IMG_7241Muka panik pas nunggu giliran diuji

IMG_7248Ketika diuji oleh penguji 1 yang sekaligus pembimbing 1

IMG_7290Foto bersama para Dosen Penguji setelah ujian

IMG_7319Muka sumringah abis yudisium

IMG_7304Bersama Highlight 09

Dan ternyata di balik semua keruwetan itu, ada satu hal yang saya rasakan, ada hikmah di balik semua itu, yaitu: SKRIPSI ITU BISA MENDEKATKAN YANG JAUH.

Maksudnya, yang selama ini kuliah gabungnya cuma sama teman yang itu-itu aja, sekarang semua itu nggak berlaku. Contohnya, baru-baru ini saya lagi stres gara-gara DosPem 1 saya lagi di Jakarta sedangkan ujian skrispi tinggal menghitung hari, dan di kampus saya ketemu sama teman yang DosPemnya adalah orang yang sama. Kami sama-sama galau. Sama-sama Risau. Dan saya masih butuh untuk masuk ke perpustakaan universitas untuk nyari referensi tambahan. Dan berhubung kartu perpustakaan saya udah kadaluarsa dari entah semester berapa, dan juga kartu yang belom diperpanjang masa aktifnya nggak bisa dipake masuk perpus, tiba-tiba sebuah ide cemerlang muncul di otak saya yang tiba-tiba canggih kalo lagi kepepet ini. Langsung aja saya main pinjem kartu perpustakaannya temen saya yang lugu ini. Dan dia dengan mudah meng-iya-kan.

Bukan itu saja, esok harinya, berhubung DosPem 1 tak kunjung tiba di Makassar, Beliau mengalihkan tugas konsultasi skripsi ke asistennya. Otak saya yang tadinya buntu dan pasrah kalau-kalau nggak bisa ikut ujian bulan ini tiba-tiba jadi fresh-se-fresh-fresh-nya. Pokoknya bakalan saya datangin di manapun rumahnya sang AsDos ini berada. Daaaannn, lagi-lagi saya mentok sama teman yang kartu perpusnya saya pinjam tadi. Kita janjian di kampus buat barengan ke rumahnya Asdos bo.. Dan berhubung dia nggak punya helm (penyakitnya mahasiswa yang nggak punya motor dan (biasanya) jomblo), saya rela bawain dia helm jauh-jau dari rumah. Dan tentu saja perjalanan ke sananya saya boncengin dia. Padahal nih, tiap harinya, boro-boro barengan, ngobrol aja jarang. Palingan say hai ba bi bu doang di kelas. Bukannya angkuh, tapi kayaknya saya terlalu asik dengan dunia maya -_-

Dan sesuatu yang bernama skripsi inilah yang menyatukan kami, menyadarkan kami untuk saling membantu ketika Dospem berada di negri antah-berantah atau ketika di-PHP-in sama Dospem.

So, guys.. remember all the day we spent in our last four years, and remember this day, when we fight to get this Bachelor Degree.

Oke, satu tahap sudah terlewati. Mulai besok saya sudah menjadi ‘pengangguran’ walaupun belum resmi. Then, are you ready for the next annoying question : “MAU KERJA DI MANA?” ?

Iklan

Twenty-Something

*This is a very late post…

Sebenarnya pengen ngepost ini dari pas hari H, tapi karena kesibukan saya yang bejibun hingga membuat postingan ini harus ditulis setahap demi setahap. udah kayak skripsi aja gitu.

Jadi gini, tanggal 31 Agustus kemarin (kemarinnya orang jawa) saya ulang tahun. Seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih, maka seantero dunia maya pun tahu bahwa hari ini saya berulang tahun yang ke ummm dua puluh empat.

Dan berbagai ucapan selamat ulang tahun dengan berbagai versi pun memenuhi wall fesbuk dan tab mention saya. Ini dia, JRENG JREEEEENGGG

Versi minimalis

HB = Hari burung (?)

Oke skip..

Versi Ter-cepat

Dari sahabat saya @kikilingling

Ini dia ucapan selamat ulang tahun tercepat dari salah satu sahabat saya, tepatnya pukul 00.02 WITA. Lengkap dengan kata “sayang” using that f*cking alay autotext -_-

Bukan cuma twit sih, dia juga ngirim ucapan yang sama via sms dan whatsapp. Harusnya sih nggak usah banyak-banyak, yang penting kan kadonya.

Next…

Versi ter-talekang

Dari @dinna_hardina

Tweet dari @dinna_hardina yang sudah saya retweet

Hell-to-the-ooooo a.k.a hellooo… Udah ngedit foto dengan sangat tidak manusiawi seperti itu masih berani minta traktiran? Hih!

Dari @kikilingling (lagi)

Ya selain dia merupakan pengirim tercepat, ucapannya juga cukup “talekang”. Entah kenapa dia bangga sekali menyebut angka dua puluh empat itu -_-

Dari adik saya @bizwud

Ucapannya itu loh, kenapa harus FRIENDZONE? FRIENDZONE? FRIENDZONE?

Tapi semuanya sudah terlambat, Dek. Aku terjatuhh dan tak bisa bangkit laagiiii, aku tenggeeelam dalam lautaaaan lukaaaa FRIENDZONEEEE

Tapi kemudian saya berpikir, mungkinkah ucapannya yang cukup talekang itu karena pas dia ulang tahun, saya nulis ini?

Dari adik saya juga @Ristiea

Yah doakan saja ya, Dek, semoga ada cowok ganteng, setia, cerdas, baik hati, tidak sombong, sabar dan penyayang serta tidak makan sabun yang nantinya khilaf jatuh cinta pada kakakmu ini πŸ˜€

Dari @iyunkvenus si belalang tempur

Menurut ngana? Ngana aja yang bisa ultah? Tapi kadonya menarik juga.. asal nggak brengsek aja :p

Next…

Versi ter-Jodoh

Versi ter-muuaachh di hati

Dari kak Wirda

Β  yang ternyata ada sedkit typo dan akhirnya direvisi

Thanks a lot kakak.. Even we’ve never meet each other, but I know you really care.. Udah gak terhitung seberapa sering saya curhat “nyampah” ya..

***

Little Surprise Party

Awalnya saya pikir hari itu akan menjadi biasa-biasa saja, just like my last years. Tapi kedatangan teman-teman saya menjadikan hari itu menjadi tidak biasa-biasa saja. Yah walaupun tetep aja sih tanpa kehadiran seorang kekasih #kode plus #curhatabis.

Jadi tiba-tiba si @kikilingling ini nongol di pintu kamar saya yang kebetulan nggak saya tutup dan saat itu saya lagi tengkurap-tengkurap unyu sambil stalking-stalking hore. Tau-tau ada suara ketawa-ketawa ngikik dengan volume suaranya yang abnornal untuk ukuran seorang wanita itu. Plus ada bau-bau asap gitu yang ternyata cek per cek bau itu berasal dari lilin di atas kue ultah ‘mini’ yang dia bawa buat saya.

Inilah muka saya pas baru bangun. Ternyata tetap manis. Cuman banyak yang belom nyadar aja..

Masih pake baju bobo, rambut awut-awutan dan muka bantal. Tapi tetep pede kok.

Nggak lama kemudian @dinna_hardina datang. Ternyata mereka sudah bersekongkol untuk melakukan hal ini padaku.

Ini versi saya udah mandi loh.. Gak ada bedanya sih mandi ataupun enggak, tetep aja di-friendzone-in. #SelipanCurhat

@dinna_hardina yang ngeksis pake kado dari @kikilingling

Dan inilah dia kue “mini” itu

Kado dari kiki

Deg-deg an pas buka ini en ngarep banget isinya hape :p

JENG JEENGG… Sekotak Beng-beng?

Oh bukan.. ternyata… baju!

Wait.. ini si kiki lagi mabok kali ya pas beli? Masa iya tulisannya “I’m just a girl who loves his boy”. Maksud loooee.. MAHO?

Thank you anyway for the gift, sweety πŸ™‚

Wishing

Tentunya saya berharap dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di usia saya yang ke dua puluh empat ini. Karena kalo saya berharap tambah tinggi juga nggak mungkin..

Dan berhubung bulan ini juga saya sudah masuk di semester tujuh, saya juga berharap di semester ini TIDAK ADA KULIAH PAGI. Yah kalaupun ada, saya berharap saya bisa bangun pagi, meninggalkan kebiasaan saya yang bangun cuma matiin alarm terus lanjut tidur lagi dan ujung-ujungnya telat bahkan bolos kuliah pagi..

Dan berhubung usia saya sudah tergolong pantas menikah, namun sampai saat ini ternyata saya sudah beberapa kali ‘salah memilih pasangan’, jadi harapan saya adalah saya segera bertemu dengan jodoh saya entah itu terjadi di kala hujan lebat, kemudian saya berteduh di emperan toko, kemudian datanglah seorang cowok menawari saya untuk sepayung berdua dengannya.. dan besoknya saya jadian.. Atau di sebuah toko buku, ketika saya akan mengambil sebuah buku ternyata ada tangan lain yang juga akan mengambil buku itu, kemudian saya berpaling padanya, menatapnya dengan jengkel tapi ternyata ketika mata kami beradu, ternyata dia adalah… jeeng jeeenggg…. FERNANDO JOSE??

Ah sudahlah, sepertinya saya terlalu banyak nonton FTV.

Semua Ada Masanya

Ada masanya kita dekatΒ  dan saling curhat. ada masanya kita saling angkuh dan kemudian menjauh | @si_ucrit

“Semua ada masanya”. Kata salah seorang teman dekat saya yang tidak mau disebut namanya–tapi sebut saja dia Rani–ketika kami sedang duduk-duduk santai menikmati sore di sebuah restoran fastfood di Jalan A.P Pettarani.

Bukan tanpa alasan dia berkata seperti itu. Waktu itu, kami baru saja membicarakan berbagai hal ngalor-ngidul dan tiba-tiba obrolan kami saat itu adalah tentang orang-orang yang begitu cepatnya ‘berubah’ hanya karena alasan yang sepele.

Ada banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita. Siang, malam. Kaya, miskin. Tua, muda. Sakit, sehat. Semua ada masanya.

Ada banyak orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita, dengan berbagai alasan. Beberapa mungkin tetap tinggal, tapi tidak sedikit juga yang tiba-tiba pergi.

Ada masanya kita dekat dengan seseorang. Misalnya seorang sahabat yang sangat dekat dengan kita tiba-tiba menjauh karena dia sudah punya pacar. Atau bahkan dia menjauh an kemudian pergi tanpa alasan. Jangan sedih, jangan kecewa. Pengalaman hidup akan mengajarkan kita bahwa hanya yang terbaik lah yang akan tetap tinggal. Pengalaman hidup juga akan mengajarkan kita bahwa semua ada masanya.

Siput Oh Siput

Ini bukan tentang hewan yang ke mana-mana membawa serta rumahnya. Bukan juga tentang jaringan lambat yang orang-orang menyebutnya sebagai jaringan siput. Tapi ini tentang seorang cowok, yang beberapa bulan belakangan sering kuperhatikan gerak-geriknya. Seorang cowok yang kemudian [dari seorang teman yang juga naksir sama dia] saya ketahui bernama M. Rivaldhi Agano. Pada saat itu dia berstatus mahasiswa fakultas ekonomi jurusan akuntansi tahun 2009.

Lelaki bertubuh tinggi, tegap, berkulit putih dan berwajah agak ke-korea-an itu selalu memarkirkan yamaha vixion merahnya di parkiran fakultas sastra karena parkiran fakultas ekonomi yang selalu penuh. Karena kebiasaan saya yang hampir setiap hari setelah kuliah selalu duduk-duduk terlebih dahulu di parkiran, hampir setiap hari saya melihatnya meski hanya sekilas, dua kilas dan tiga kilas. Tapi itu cukup membuat mata saya ‘fresh’ karena di fakultas sastra sendiri, di mata saya tidak ada sosok lelaki yang ‘good-looking’. Parahnya, ternyata bukan cuma saya sendiri yang ‘naksir’ sama dia, tapi ada beberapa teman dekat saya yang juga mengaguminya. Maka tradisi nongkrong di parkiran menunggu dia pulang pun setiap hari kami lakukan. What a freak.. πŸ™‚

Cowok yang tergolong pemalu ini pun sepertinya tahu gelagat kami yang sengaja menunggu dia pulang. Maka setiap dia melihat kami nongkrong di parkiran, dia sepertinya sengaja berlama-lama ngobrol dengan teman-temannya dan tidak segera mengambil motornya. Itu membuat kami semakin geregetan.

Pernah suatu hari saya sengaja memindahkan motor saya untuk parkir di samping motornya yang kebetulan kosong. Kemudian iseng saya tulis di akun twitter saya, isinya begini : “meskipun raga kita tak berdekatan, setidaknya motor kita parkir berdekatan”

Beberapa bulan lalu salah seorang teman saya nekat mengirimkan friend request di akun facebooknya. Ya berkat dia juga kami jadi tahu info-info terbaru tentang dia. Dan berita duka yang terakhir kami dengar adalah : dia pindah kampus. Hmm, kini tak ada lagi ‘pemandangan indah’ di parkiran.

Tapi naksir hanyalah sebatas naksir. Tidak ada niatan mengejarnya sebagai pacar. Karena dia terlalu high quality untuk kami yang ordinary, bisa-bisa banyak yang nikung πŸ™‚

*ditulis dalam rangka meramaikan hashtag #cumanaksirunite