Arsip Tag: twitter

KKN (Kuliah Kerja Nyantai) – 4

Yak, postingan ini adalah lanjutan dari postingan yang kemarin-kemarin (Part 1, 2 dan 3), dan ini adalah bagian terakhir dari kisah KKN saya yang mengharu biru. *halah*

***

Hari berganti hari, kami masih menjalani rutinitas KKN seperti biasa. Datang, duduk, ngerjain sesuatu yang nggak penting-penting amat, ngegosip, nyicil ngerjain skripsi, nyicil ngetik laporan KKN juga, ngetwit (as always), stalking, main line pop, nyuri-nyuri pandang ke Mas Bos (yang ternyata lama-lama diliat dia nggak cupu-cupu amat kok).

Generally, nothing’s different. Cuma yang bikin agak berbeda, jam ngantor kami yang dibikin “spesial”. Jadi kita ngantornya bukan jam 8 pagi, karena itu udah terlalu mainstream. Kita ngantornya setelah jam makan siang dong. Of course hal itu adalah sebuah anugerah bagi saya yang paling susah bagun pagi ini 😀

Tentu saja ide ini disponsori oleh Mas Bos yang ternyata baik hati itu. Saking baik hatinya, kita dikasi tugas khusus juga: ngasi private lesson ke 3 orang mahasiswa yang menurut Mas Bos bahasa inggrisnya paling kacau. Private lessonnya seminggu sekali dan dimulai jam 4 sore, setelah mereka selesai mengikuti semua kegiatan akademiknya. Artinya lembur lagi pemirsaaaa.

Waktu itu sih saya iya-iyain aja biar gampang. Secara nggak ada satupun proker kita yang disetujui sama Mas Bos. Yah, he’s kind of a perfectionist one, satu per satu proker ditolak dengan alasan ini-itu. Dan si Shyba sempat ngomel-ngomel nggak jelas gara-gara saya dengan gampangnya meng-iya-kan tugas khusus ini.

Dan hari demi hari terlewati dengan mo-no-ton. Tapi saya jadi tau bahwa sebenarnya Mas Bos ini tenyata orangnya ngocol juga, Cuma mungkin dia jaim aja sama kita-kita secara posisinya dia di situ sebagai “atasan temporer” kita, atau mungkin juga karena kita orang baru dan baru kenal jadinya ngocolnya dia ke kita nggak maksimal :D. Dan gara-gara one day saya sama si Afni pas lagi di ruangan heboh berdua ngomongin twitter, akhirnya si Mas Bos nimbrung dan minta difollow. Huahahaha. Harus hati-hati kalo ngetwit nomention lagi. Dan sejak saat itu tab mention dipenuhi oleh akunnya. Kayaknya dia ta’bangka twitter. Huahahaha *oops*

Minggu terakhir KKN, kita kenal sama seorang OB di situ. Masih muda dan anak kuliahan juga. Dan ternyata dia ngocolnya sebelas dua belas sama Mas Bos. Heran deh, kenapa hal-hal yang menyenangkan baru terasa ketika periode KKN udah mau abis. Rasanya tuh kayak lagi nonton film Bollywood. Tawurannya udah mau selesai, Inspektur Vijay nya baru datang. Zzzzzzzzz.

***

Empat puluh hari terlewati (minus hari sabtu-minggu karena libur, minus juga bolos-bolosnya kita 😀 ). Empat puluh hari yang bikin nyesek pada awalnya, tapi mengesankan di akhir. Terima kasih untuk Om Bos, Pak Bos dan Mas Bos yang bersedia “menampung” kami yang labil ini, terima kasih untuk traktiran-traktiran makan siangnya di kantin, terima kasih untuk nilai yang sangat memuaskan yang diberikan kepada kami, terima kasih untuk semuanya 🙂

Iklan